"Dari pantauan terakhir ada 32 ekor," kata Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawasan Balai Besar TNGGP Aden Mahyar, saat ditemui di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (27/5/2016).
Mengantisipasi agar populasinya tak semakin sedikit, petugas polisi hutan terus melakukan patroli. Bahkan, untuk saat-saat tertentu, Taman Nasional sengaja ditutup agar satwa-satwa ada waktu untuk bereproduksi dengan tenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan terakhir dilakukan pada Januari hingga Maret 2016. Selain atas alasan waktu untuk bereproduksi, juga saat itu memang saat-saat curah hujan tengah tinggi-tingginya.
"Karena ketika musim hujan makanan untuk satwa itu berlimpah. Itu peluang bereproduksi," tutur Aden.
Selain populasi macan tutul, populasi burung juga menjadi perhatian pengelola. Apalagi saat ini masih kerap dilakukan perburuan liar oleh warga sekitar.
Baca juga: Pendaki Diimbau Tak Sombong Saat Naik Gunung Gede Pangrango, ini Sebabnya
"Jadi mereka (pencuri burung) memasang pancing dan menggunakan burung pemancing. Masih banyak itu terutama di daerah Sukabumi," ungkapnya. Burung-burung yang menjadi target di antaranya burung Kacamata dan Raja Udang yang berukuran kecil.
Rina Atriana/detikcom |
(rna/fdn)












































Rina Atriana/detikcom