"Maskapai yang melaksanakan haji didasarkan efisiensi, keselamatan dan kepentingan nasional. Sehingga kita lakukan proses yang menjamin penerbangan itu disertai sertifikat jaminan keamanan," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Abdul Djamil di Kantor Kemenag di Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/5/2016).
Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines Terpilih sebagai Mitra Keberangkatan Haji 2016 (Jabbar/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada proses seleksi ini, hanya dua maskapai yang terpilih karena menyerahkan berkas dokumen. Juga didasarkan pada beberapa pertimbangan.
Hasil ini kemudian ditetapkan dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 195/2016 pada tanggal 2 Mei 2016. Nantinya Garuda Indonesia akan mengangkut jemaah haji asal Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Balikpapan, Makassar dan Lombok. Sementara Saudi Arabian Airlines akan mengangkut jemaah haji asal embarkasi Batam, Palembang, Jakarta, Banjarmasin dan Surabaya.
Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines Terpilih sebagai Mitra Keberangkatan Haji 2016 (Jabbar/detikcom) |
Pemberangkatan ini nantinya akan dibagi ke dalam 2 gelombang. Di mana, gelombang pertama akan dilaksanakan pada tanggal 9-22 Agustus 2016 menuju Madinah. Kemudian gelombang kedua dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus-5 September 2016 menuju Jeddah.
Abdul Djamil menyampaikan, persiapan ini dilakukan dengan peningkatan dari tahun ke tahun. Sebab, jemaah Indonesia memiliki keanekaragaman suku.
"Jamaah haji kita sangat heterogen. Berasal dari berbagai daerah dan suku. Sehingga perlu diperhatikan betul pelayanan terhadap mereka," pungkasnya. (aws/aws)











































Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines Terpilih sebagai Mitra Keberangkatan Haji 2016 (Jabbar/detikcom)
Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines Terpilih sebagai Mitra Keberangkatan Haji 2016 (Jabbar/detikcom)