Buka KNIB di Yogyakarta, Jokowi Teken Prasasti Capaian Muhammadiyah

Buka KNIB di Yogyakarta, Jokowi Teken Prasasti Capaian Muhammadiyah

Sukma Indah Permana - detikNews
Senin, 23 Mei 2016 16:38 WIB
Buka KNIB di Yogyakarta, Jokowi Teken Prasasti Capaian Muhammadiyah
residen Jokowi membuka Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan di UMY, Senin 23 Mei 2016 (Foto: Sukma Indah P/detikcom)
Bantul - Presiden Joko Widodo membuka secara resmi Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul hari ini. Dalam kesempatan ini, Jokowi menandatangani 5 prasasti Amal Usaha Muhammadiyah.

Lima amal usaha Muhammadiyah yakni pembangunan Universitas Aisyah Yogyakarta yang menjadi satu-satunya universitas yang diprakarsai pergerakan wanita di Indonesia. Kedua, pembangunan gedung utama Universitas Muhammadiyah Surakarta yang dinamai Gedung Walidah Dahlan.

Ketiga, pembangkit listrik tenaga mikro hidro Universitas Muhammadiyah Malang. Keempat, Rumah Sakit Muhammadiyah di Sumbawa, NTB. Kelima, Pusat Konservatorium Universitas Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Jokowi dalam sambutannya berpesan agar seluruh bangsa Indonesia berani bersaing dengan negara lain.

Foto: Sukma Indah P/detikcom

Bercerita soal kunjungannya ke Korea Selatan pada minggu lalu, Jokowi membandingkan perkembangan negara tersebut dengan Indonesia. Korea Selatan pada tahun 1950-an hingga 1970-an , kata Jokowi relatif memiliki kesamaan dengan Indonesia.

"Kurang lebih dari kita, dari sisi kemiskinan dan kota," ujar Jokowi di gedung Sportorium UMY, Kasihan, Bantul, Senin (23/5/2016).

Namun, pada dekade berikutnya Korea Selatan menjadi raksasa ekonomi. Menurutnya, hal itu terjadi karena Korea Selatan memiliki keterbukaan dan keberanian berinovasi.

"Karena mereka terbuka, mereka berani bersaing dengan negara-negara lain," imbuhnya.

Jokowi menegaskan, Indonesia adalah negara besar dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Dia menilai, selama ini Indonesia kurang konsisten untuk bekerja keras, berpikir rasional, berpikir positif, bekerja produktif, dan bekerja dengan inovasi.

"Kita terjebak selalu membesar-besarkan masalah. Berpikir yang tidak produktif, kemudian gampang menjelekkan dan mencemooh yang lain, dan gampang sekali mengeluh," tutur Jokowi. (sip/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads