PAN Gelar Rapat DPP, Bahas Rakernas Hingga Isu PKI

PAN Gelar Rapat DPP, Bahas Rakernas Hingga Isu PKI

Muhammad Fida - detikNews
Jumat, 20 Mei 2016 19:57 WIB
PAN Gelar Rapat DPP, Bahas Rakernas Hingga Isu PKI
Rapat DPP PAN. Kiri ke kanan: Yandri Susanto, Zulkifli Hasan, Didik, Viva Yoga (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - PAN menggelar rapat DPP sore ini. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari persiapan rakernas hingga isu bangkitnya komunis.

"Tadi acara DPP PAN, kita membahas isu untuk persiapan rakernas yang akan dilaksanakan dari tanggal 27-30 Mei di Kemayoran," kata Sekretaris Fraksi PAN DPR Yandri Susanto di kantor DPP PAN, Jl Senopati, Jakarta Selatan, Jumat (20/5/2016).

PAN membahas persiapan menghadapi pemilu dan pilkada. Di rakernas yang rencananya dihadiri 2.500 kader itu, PAN akan mencari formula jitu untuk mendorong kader di pilkada dan merumuskan jurus untuk meraih suara di Pemilu 2019.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingin sampaikan pada kader pentingnya kita mempunyai strategi jitu. Kita ingin mendengar dari DPW-DPW lalu ke pemerintah. Terus bagaimana menghadapi Pilkada 2017, tentu kita akan modifikasi, akan kita ramu. Itu betul kenapa kita kumpulkan semua kader dalam rangka menghadapi pilkada 2017," papar Yandri.


Selain itu, PAN juga membahas sejumlah isu faktual. Di antaranya soal kejahatan seksual yang makin marak terjadi di Indonesia. PAN meyakini kejahatan seksual terkait dengan bebasnya peredaran miras dan narkoba.

"Kejahatan seksual, miras, narkoba itu lingkaran. Penanganan harus paripurna
Kita setuju masalah hukuman mati dan kebiri. Akan tetapi, karena dasarnya narkoba, jadi tidak hanya harus penegakan saja tanpa penanganan," ulas Yandri.

PAN juga membahas soal isu soal bangkitnya PKI. PAN menegaskan PKI tak boleh hidup di Indonesia. Namun, partai berlambang matahari putih ini tak ingin aparat bertindak berlebihan.

"Kita tidak mau ada pihak-pihak yang hiperaktif. Istilahnya itu. Seolah-olah yang berbau PKI harus ditindak hukum. Kalau ada yang pakai kaos palu arit, harus kita panggil, tanya apakah orang-orang yang pakai simbol itu mengilhami, atau senang-senang saja. PAN akan bentuk tim khusus. Dari situ bisa kita jajaki itu bisa kita bedah. Sehingga nanti kita ambil keputusan PKI tidak berkembang," ujarnya. (tor/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads