Pantauan detikcom di lokasi, ketiga tersangka yakni Rahmat Arifin alias Arif (23), Imam Harpiadi alias Imam (23) dan RAL (15), tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Ratusan warga sudah memadati lokasi ketika polisi tiba di lokasi.
Polsek Teluknaga telah mensterilkan jalan kecil di area menju ke lokasi dengan garis polisi. Ratusan warga berjejer di belakang garis polisi yang juga dipagar betis oleh polisi.
Warga geram dan meneriaki para pelaku (Foto:Mei/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan warga yang penasaran berjejer di depan rumah-rumah warga menuju lokasi. Warga diberi batas sampai 20 meter sebelum menuju ke lokasi.
Bahkan warga yang menonton rekonstruksi tersebut ada yang membawa spanduk bertuliskan "Warga Jatimulya menolak kekerasan seksual. Hukum seberat-beratnya tersangka. Berikan keadilan untuk Eno Fariah".
Pengamanan proses rekonstruksi ini dilakukan secara ketat dari Polsek Teluknaga, Polres Tangerang Kota dan Subdit Resmob dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Rekonstruksi dipimpin Kasubdit Resmob AKBP Eko Hadi Santoso, Kanit V Resmob Kompol Handik Zusen, Kanit IV Resmob Kompol Teuku Arsya Khadafi serta Kanit III Subdit Jatanras Polda Metro Kompol Awaludin Amin serta Kapolsek Teluknaga Kompol Supriyanto.
Sebelum melakukan adegan inti dalam pembunuhan sadis itu, ketiga tersangka mempraktekan adegan di luar mes korban. Di depan gerbang mess itulah, tersangka Arif, Imam dan RAL bertemu, sampai akhirnya masuk ke dalam mes dan membunuh korban.
Ketiganya ditangkap tim gabungan di kawasan Kosambi, Tangerang, selang satu hari setelah temuan mayat atau pada Sabtu (14/5). Tersangka Arif sendiri ditangkap di messnya di lokasi yang sama dengan mess korban di Dadap, Kosambi, Tangerang. Arif diketahui sebagai karyawan pabrik di tempat yang sama di mana korban bekerja.
Eno ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar di messnya di Jatimulya, Dadap, Kosambi, Tangerang pada Jumat (13/5) pagi lalu. Korban ditemukan oleh 2 teman sekamarnya, Tikroh dan Khuraerah alias Eroh yang baru pulang kerja shift malam.
Keduanya tidak dapat masuk ke dalam kamar lantaran pintunya tergembok dari luar. Tikroh dan Eroh meminta pertolongan kepada karyawan pabrik, Yaya Jaidi untuk membuka gembok dengan kunci cadangan, tetapi rupanya tidak ada yang cocok.
Selanjutnya Yaya mendobrak pintu kamar disaksikan Tikroh dan Eroh. Setelah pintu terbuka, barulah diketahui bahwa Eno telah tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Eno mendapat kekerasan seksual akibat cangkul. (mei/aan)












































Warga geram dan meneriaki para pelaku (Foto:Mei/detikcom)