DetikNews
Senin 16 Mei 2016, 17:20 WIB

Kronologi Penyerangan Sekelompok Pria Cepak pada Polantas di Mampang

Mei Amelia R - detikNews
Kronologi Penyerangan Sekelompok Pria Cepak pada Polantas di Mampang Foto: Mei Amelia/detikcom (lokasi penyerangan Polantas di Mampang)
Jakarta - Sekelompok pria cepak dan berbadan tegap menyerang dan mengeroyok anggota Satuan Penjagaan dan Pengaturan (Gattur) Ditlantas Polda Metro Jaya Brigadir M Bram Kharisma di perempatan Jl Mampang Prapatan, Mampang, Jaksel. Bagaimana ceritanya?

"Itu gara-gara ditegur karena tidak pakai helm. Mereka langsung menyerang saya membabi buta," kata Brigadir Bram menjelaskan penyebab pengeroyokan kepada detikcom, Senin (16/5/2016).

Berikut kronologi lengkap penyerangan yang terjadi pada Minggu (15/5) sore jelang malam seperti dijelaskan Brigadir Bram:

Pukul 16.00 WIB

Brigadir Indra menyetop seorang pemotor berbadan tegap dan berambut cepak yang saat itu dibonceng seorang wanita di perempatan Jl Mampang Prapatan, Jaksel arah ke Kuningan.

Indra menyetop pengendara motor itu lantaran tidak memakai helm. Pengendara motor tersebut tidak terima disetop, lantas membentak Indra dan mengaku bahwa dirinya adalah seorang anggota.

Percekcokan reda setelah pemotor itu pergi. Sementara Indra pun sudah tidak ada di lokasi setelah kejadian penyerangan itu karena sudah berganti shift.

Pukul 18.15 WIB

Selepas azan magrib, Bram yang diploting di perempatan Jl Mampang Prapatan, Mampang, Jaksel, turun ke lokasi. Ia melakukan penjagaan dan pengaturan lalu lintas di lokasi.

Dari arah Jl Kapten Tendean, tiba-tiba datang 10 orang pria berbadan tegap dan berambut cepak mendekati Bram. Seorang pemotor saat itu mengatakan mencari seorang anggota lalu lintas sampai terjadi cekcok mulut.

Tanpa dinyana, pria itu langsung melayangkan bogem mentah ke wajah Bram. Belum sempat Bram melakukan perlawanan, tiba-tiba teman pelaku yang lainnya turun langsung menghajar dari depan-belakang, kiri dan kanan.

Sebagian mengeroyok korban dengan tangan kosong, sebagian lagi ada yang memukul korban dengan double stick. Mendapat serangan dari segala penjuru dengan jumlah yang tidak memungkinkan ia lawan, Bram memilih menyelamatkan diri ke pos lantas yang berada di pojokan tikungan jalan tersebut.

Seorang teman Bram yang berada di pos keluar untuk menolong Bram. Namun anggota tersebut mendapatkan serangan sehingga ia pun tidak bisa menolong Bram dan memilih menyelamatkan diri ke arah Kuningan.

Sementara seorang teman Bram bersembunyi dalam pos. Sedangkan para pelaku menyerang Bram secara membabi buta di dalam sebuah warung nasi yang berdampingan dengan pos.

Pemilik warung, Karyanto yang awalnya hendak melerai kemudian memilih mundur karena para pelaku menyerang korban secara membabi buta. Setelah melihat korban terkapar, para pelaku pun melarikan diri ke arah Kuningan.
(mei/dra)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed