Sst... SC Usulkan Tambahan 2 Dewan Baru di Struktur Pengurus Golkar

Sst... SC Usulkan Tambahan 2 Dewan Baru di Struktur Pengurus Golkar

Elza Astari Retaduari - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2016 16:19 WIB
Sst... SC Usulkan Tambahan 2 Dewan Baru di Struktur Pengurus Golkar
Lambang Partai Golkar. Foto: Ari Saputra
Badung - Jelang Munaslub Golkar, steering committee (SC) rupanya mengusulkan pembentukan dua dewan baru. Menurut info yang beredar, kedua struktur kepengurusan itu adalah Dewan Pembina dan Dewan Kehormatan untuk melengkapi Dewan Pertimbangan yang sudah ada.

"Itu usulan, besok akan dirapatkan di sidang-sidang komisi. Untuk struktur organisasi akan dirapatkan di Komisi A," ungkap Wakil Ketua OC Tantowi Yahya saat dihubungi, Sabtu (14/5/2016).

Tak hanya itu, SC yang diketuai Nurdin Halid itu pun juga memberi usulan agar pengurus harian Golkar dirampingkan. Tujuannya agar partai berlambang pohon Beringin itu bisa lebih cepat berlari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penambahan dewan dan perampingan organisasi. Itu usulan SC. Jadi ada penambahan struktur sekaligus jumlahnya diperkecil dalam kepengurusan DPP," kata Tantowi.

"Karena organisasi semakin besar makin sulit untuk berjalan, tapi semakin ramping semakin lincah. Tapi apakah akan diterima nanti tergantung di komisi," lanjutnya.

Informasi yang beredar di arena Munaslub adalah Dewan Pembina disiapkan untuk Ketum Golkar Aburizal Bakrie yang sebentar lagi akan melepas jabatannya kepada ketum terpilih. Kewenangannya pun lebih luas dari Dewan Pertimbangan yakni bisa memilih calon presiden dan menteri dari Golkar.

"Enggak juga. Ini dalam rangka penyempurnaan, untuk menghadapi tantangan, kita tahu pilkada serentak sudah di depan mata, pemilu serentak, pilpres dan pileg juga," sebut Tantowi.

Nama Ical sendiri sempat disebut-sebut akan ditempatkan di posisi Ketua Dewan Pertimbangan, menggantikan Akbar Tandjung. Namun kabar baru yang beredar, posisi baru disiapkan untuknya dengan kewenangan cukup tinggi yakni sebagai Ketua Dewan Pembina.

"Enggak lah. Kita terjebak dalam perpecahan selama hampir 2 tahun, kita banyak ketertinggalan. Untuk mengejar itu, maka diperlukan kepengurusan DPP yang representatif," tutup Tantowi.

(elz/bag)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads