Baca juga: Survei Cyrus: Diterpa Isu Sumber Waras dan Reklamasi, Elektabilitas Ahok Tetap Kokoh
Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Syamsudin Haris mengatakan peningkatan elektabilitas Ahok di tengah terpaan isu reklamasi dan pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras ini sangat mengejutkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya, kata Syamsudin, elektabilitas Ahok jauh mengungguli Yusril Ihza Mahendra yang aktif membela warga korban relokasi di Luar Batang, Jakarta Utara dan warga Bidara Cina, Jakarta Timur.
"Ahok tampaknya semakin dipojokkan, entah berbagai kasus atau statemen lawan politik. Namun mendapatnya dukungan publik. Resistensi publik untuk membela Ahok justru kelihatan dari survei ini," kata dia.
![]() |
Menurut Syamsudin, salah satu penyebab peningkatan elektabilitas itu adalah karena masyarakat Jakarta sudah merasakan hasil kerja Ahok dibanding calon gubernur lainnya. Sehingga meski 'dihantam' sederet isu miring, elektabilitas Ahok tetap yang tertinggi.
Hasan Nasbi, Chief Executive Officer Cyrus Network sepakat dengan Syamsudin. Menurut dia masyarakat Jakarta selama ini sudah merasakan sejumlah perbaikan pelayanan administrasi di kelurahan, bersihnya lingkungan dan perbaikan sarana transportasi di bawah kepemimpinan Ahok.
"Itu lebih kuat dari apa yang masyarakat baca dan saksikan. Black campaign akan bentrok dengan apa yang dirasakan orang (warga Jakarta)," kata Hasan di tempat yang sama.
Sementara Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai Ahok lebih dekat dengan kalangan menengah ke atas. Dia menyarankan lawan politik untuk mendekati masyarakat dari menengah ke bawah.
Ahok, kata Ray, diuntungkan oleh lawan politik yang selama ini belum menentukan sikap terkait sejumlah persoalan di Jakarta seperti soal reklamasi. "Penghentian reklamasi bisa jadi daya jual bagi para pesaingnya. Tapi kita tidak melihat pandangan dan sikap lawan politiknya yang tegas menolak," kata dia.
"Baru Biem Benyamin yang menyatakan menolak. Yusril hanya membahas soal hukum. Tapi tidak bersikap tegas terhadap reklamasi," papar Ray Rangkuti.
(erd/nrl)












































