Ketua Komite Pemilihan Munaslub Golkar, Rambe Kamarul Zaman, menjelaskan proses pemilihan ketum Golkar dijadwalkan digelar pada 16 Mei. Namun, karena ada perubahan jadwal pembukaan, yaitu dipercepat ke Sabtu (14/5) malam, maka bisa saja pemilihan dipercepat.
"Bisa saja dipercepat ke 15 Mei malam. Kan sudah tidak ada lagi kampanye, jadi tinggal pemilihan," ujar Rambe saat dihubungi, Kamis (12/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa yang mendapatkan suara 167 lebih, baru itu sah calon," ujar Ketua Komisi II DPR itu.
![]() |
Namun, meski baru pemilihan calon ini, tapi sudah bisa didapatkan ketum Golkar. Ada tiga skenario terkait pemilihan calon ketum Golkar ini.
"Pertama, kalau hanya 1 orang yang mendapat dukungan lebih dari 30% suara, sedangan calon lain tidak ada. Maka yang mendapatkan 30% itulah yang disahkan jadi ketum, aklamasi," papar Rambe.
Skenario kedua, jika ada seorang calon yang mendapatkan suara 50% lebih, tapi masih ada bakal calon lain yang mendapatkan 30% suara, maka dua calon itu disahkan sebagai calon ketum, lalu digelar pemilihan ketum.
"Tapi kalau tidak ada yang lain yang mendapatkan 30% lebih, maka yang mendapatkan 50% lebihย itu jadi ketum," ujar Rambe.
Skenario ketiga, jika tak ada satupun bakal calon ketum yang mendapatkan 30% suara, maka peraih suara terbanyak urutan satu sampai urutan ketiga, ditetapkan menjadi calon ketum. Lalu, ketiga calon ketum itu mengikuti pemilihan lagi.
"Skenario-skenarionya seperti itu, tinggal tunggu yang mana yang akan terjadi, ujar Rambe. (tor/van)











































