Begini Skenario Munaslub Golkar, Pemilihan Ketum Bisa Dipercepat

Begini Skenario Munaslub Golkar, Pemilihan Ketum Bisa Dipercepat

Ahmad Toriq - detikNews
Kamis, 12 Mei 2016 11:47 WIB
Begini Skenario Munaslub Golkar, Pemilihan Ketum Bisa Dipercepat
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Golkar akan memilih ketum baru di Munaslub. Begini mekanisme yang digunakan oleh partai berlambang pohon beringin itu:

Ketua Komite Pemilihan Munaslub Golkar, Rambe Kamarul Zaman, menjelaskan proses pemilihan ketum Golkar dijadwalkan digelar pada 16 Mei. Namun, karena ada perubahan jadwal pembukaan, yaitu dipercepat ke Sabtu (14/5) malam, maka bisa saja pemilihan dipercepat.

"Bisa saja dipercepat ke 15 Mei malam. Kan sudah tidak ada lagi kampanye, jadi tinggal pemilihan," ujar Rambe saat dihubungi, Kamis (12/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal proses pemilihan, Rambe menerangkan, sesuai AD ART, 8 bakal calon ketum akan dipilih oleh 557 pemilik suara munaslub Golkar untuk menjadi calon ketum. Bakal calon yang mendapatkan 30% suara, atau 167 suara, disahkan menjadi calon ketum.

"Siapa yang mendapatkan suara 167 lebih, baru itu sah calon," ujar Ketua Komisi II DPR itu.


Namun, meski baru pemilihan calon ini, tapi sudah bisa didapatkan ketum Golkar. Ada tiga skenario terkait pemilihan calon ketum Golkar ini.

"Pertama, kalau hanya 1 orang yang mendapat dukungan lebih dari 30% suara, sedangan calon lain tidak ada. Maka yang mendapatkan 30% itulah yang disahkan jadi ketum, aklamasi," papar Rambe.

Skenario kedua, jika ada seorang calon yang mendapatkan suara 50% lebih, tapi masih ada bakal calon lain yang mendapatkan 30% suara, maka dua calon itu disahkan sebagai calon ketum, lalu digelar pemilihan ketum.

"Tapi kalau tidak ada yang lain yang mendapatkan 30% lebih, maka yang mendapatkan 50% lebihย  itu jadi ketum," ujar Rambe.

Skenario ketiga, jika tak ada satupun bakal calon ketum yang mendapatkan 30% suara, maka peraih suara terbanyak urutan satu sampai urutan ketiga, ditetapkan menjadi calon ketum. Lalu, ketiga calon ketum itu mengikuti pemilihan lagi.

"Skenario-skenarionya seperti itu, tinggal tunggu yang mana yang akan terjadi, ujar Rambe. (tor/van)


Berita Terkait