"Apakah Pak Akom atau timsesnya pergi ke suatu tempat, nggak sengaja ketemu kader, lalu takut tegur sapa? Nah ini komite etik harus clear. Pertemuan macam apa yang dikenakan sanksi. Tidak bisa semua ya, kesannya mengada-ada. Mohon maaf, ini kesannya kaya kurang kerjaan," kata tim pemenangan Akom, Firman Soebagyo saat dihubungi, Rabu (11/5/2016).
Firman mengaku tidak mengetahui soal pertemuan di Hotel Gran Melia, Kuningan tersebut pada Selasa (9/5). Sepengetahuannya, Akom berada di kediaman untuk rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia balik mempertanyakan mengapa Komite Etik diam saja melihat turnamen golf berhadiah mobil mewah yang diadakan sejumlah pengurus.
"Itu kenapa ada golf kok Komite Etik diem aja? Golf itu kan fakta nyata bahwa kandidat melakukan pertemuan dengan DPD II se-Indonesia, kenapa enggak disemprit?" ujar Firman.
Timses Akom menduga turnamen itu digelar oleh Setya Novanto untuk menjaring dukungan. Namun Komite Etik dan kubu Novanto menepis dugaan itu, dan menyebut turnamen itu digelar oleh pengurus-pengurus DPD I.
Sebelumnya diberitakan, Komite Etik mengaku memiliki bukti foto soal pertemuan antara Akom dan ketua DPD I Kalbar. Rencananya, hal ini akan disidangkan pada Kamis (12/5).
Tim pemenangan Akom lainnya, Bambang Soesatyo sudah tegas menyatakan tidak ada pertemuan tersebut. Dia pun siap memproses hal ini ke jalur hukum.
"Kalau ada pihak yang menuding ada suap tanpa bukti. Saat ini juga akan kami laporkan ke penegak hukum, termasuk tim etik," ungkap Bamsoet. (imk/tor)










































