Melihat Skema Penerimaan Jalur Masuk PTN, dari SNMPTN Hingga Ujian Mandiri

Nograhany Widhi K - detikNews
Rabu, 11 Mei 2016 13:40 WIB
Pengumuman SNMPTN 2016 Foto: Nathania Riris Michico/detikcom
Jakarta - Ratusan siswa SMA 3 Semarang yang tergolong favorit tak diterima Seleksi Negeri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2016. Bagaimana sesungguhnya skema penerimaan jalur masuk ke PTN?

Bila dulu skema masuk PTN ini begitu sederhana, semua siswa bisa masuk dengan mengikuti ujian masuk serentak kala seleksi masuk PTN ini serta melalui jalur undangan, seperti Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). Jalur yang terakhir biasanya untuk siswa-siswa berprestasi di masing-masing sekolah dengan nilai rapor minimal 7 dan nilai rapor tak boleh turun selama tahun pertama hingga tahun ketiga.  

Hingga tahun 2013, seleksi masuk ke PTN ini dibagi menjadi 3 jalur. Jalur itu adalah:

1. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)

SNMPTN ini saringan melalui nilai rapor selama SMA/SMK, tidak melalui ujian seperti halnya sistem yang lalu. Semua siswa bisa mengikuti SNMPTN tanpa kecuali, tak seperti PMDK yang hanya untuk siswa berpestasi saja. Pendaftarannya gratis.

Sistem ini membutuhkan komputer, sistemnya pun cukup rumit. Sekolah diharuskan memiliki database siswa hingga riwayat nilai rapornya dan mengunggahnya ke sistem yang dinamakan Pangkalan Data Sekolah & Siswa (PDSS) online. Dari sistem ini, tiap siswa akan memperoleh password yang berbeda dan kemudian password ini dibagikan dari sekolah ke siswa.

(Baca juga: SNMPTN 2013 Pakai Nilai Rapor, Kemendikbud Siapkan Komputer & Berdayakan 61 PTN)

Melalui password yang dimiliki, siswa memverifikasi data dan kemudian mendaftar SNMPTN memilih 2 jurusan dari 2 PTN, salah satu PTN harus berada di kota asal siswa. Siswa juga diminta mengunggah fotonya, kemudian siswa nanti akan mendapatkan kartu tanda pendaftaran.

Kepala sekolah memberikan rekomendasi pada setiap siswa yang mendaftar. Bagi yang mendaftar di cabang olahraga dan seni, harus pula mengunggah portofolio karya dan prestasinya. Proses seleksi berdasar data-data akademis selama di SMA itu.

Sistem ini juga melihat peringkat sekolah dalam skala nasional juga rekam jejak akademis dari para alumni. Namun, bila ada siswa dan sekolah yang mengakali sistem itu, misalnya, nilai rapor di-mark up dan dibuat bagus, maka sekolahnya akan di-black list.

(Baca juga: Awas! Sekolah yang Mengakali Nilai Siswa di SNMPTN 2013 akan Dicoret)

2. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)

Seleksi ini diselenggarakan dengan panitia terpusat seperti SNMPTN. Hanya saja, metode seleksi melalui ujian tertulis seperti halnya seleksi masuk sebelum tahun 2013. Biayanya pada 2013 disubsidi pemerintah.

Dalam situs sbmptn.ac.id, SBMPTN 2016 adalah seleksi yang dilakukan oleh PTN secara bersama di bawah koordinasi Panitia Pusat dengan seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dalam bentuk cetak (Paper Based Testing) atau menggunakan komputer (Computer Based Testing), atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa.

Pembiayaan penyelenggaraan SBMPTN dibebankan kepada peserta seleksi dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Peserta SBMPTN dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dan mempunyai prestasi akademik tinggi dapat mengikuti SBMPTN tanpa dibebani biaya tetapi dibiayai melalui dana bantuan biaya pendidikan Bidikmisi.

3. Ujian Mandiri (UM) atau Seleksi Mandiri

Sistem ini adalah sistem ujian masuk yang diselenggarakan mandiri di masing-masing PTN. Ujian dan biaya pendaftaran serta biaya masuknya ditentukan masing-masing PTN.

Yang berbeda dari tahun ke tahun sejak tahun 2013-2015 adalah kuotanya. Bila di tahun 2013-2015, proporsi mahasiswa yang diterima melalui:

SNMPTN 50 persen
SBMPTN 30 persen
Ujian Mandiri 20 persen

(Baca juga: Pendaftaran SNMPTN 2013 Dibuka, Sekolah Pemalsu Data Bakal Disanksi)

Tahun 2016, proporsinya berubah menjadi:

SNMPTN 40 persen
SBMPTN 30 persen
Ujian Mandiri 30 persen

(Baca juga: Kuota SNMPTN Dikurangi Jadi 40 Persen)

Dari Wikipedia, SNMPTN tahun ini memiliki perubahan sistem dibanding tahun sebelumnya, di mana untuk memasukkan nilai ke PDSS dapat dilakukan oleh sekolah dan diverifikasi oleh siswa, namun ada perbedaan, yaitu akan ada pemeringkatan seluruh siswa berdasarkan nilai yang di-Ujian Nasional-kan, pemeringkatan pun berdasarkan akreditasi sekolah yang tertera sebagai berikut:

Untuk sekolah berakreditasi A, 75% terbaik di sekolahnya
Untuk sekolah berakreditasi B, 50% terbaik di sekolahnya
Untuk sekolah berakreditasi C, 20% terbaik di sekolahnya
Akreditasi lainnya, 10% terbaik di sekolahnya

Rekapitulasi penerimaan mahasiswa di SNMPTN 2016 (Nathania Riris Michico/detikcom)


Tahun ini siswa yang diterima lewat jalur SNMPTN sebanyak 115.178 siswa, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 137.005 siswa. Turunnya jumlah siswa yang diterima adalah untuk mempertahankan kualitas pendidikan.

(Baca juga: Pengumuman SNMPTN Sehari Lebih Cepat, yang Tak Lolos Diimbau Daftar SBMPTN) (nwk/nrl)