DPP PDI Perjuangan menggelar uji coba atau try out bagi lulusan pelajar SMA yang hendak masuk ke universitas. Try out itu diadakan pada akhir bulan ini, tepatnya pukul 21 Mei 2016.
"Kita akan memecahkan rekor Muri dalam hal pelaksanaan try out nasional di 34 provinsi dan seluruh kabupaten dengan target total peserta sebanyak 250 ribu. Peserta hanya dikenakan biaya Rp 1.000," ujar Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga, Sukur Nababan, kepada wartawan di kantornya Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (9/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Try out ini untuk persiapan anak-anak kelas 3 SMA masuk ke perguruan tinggi yang pas. Mudah-mudahan bisa terbantu dengan acara ini bagi anak-anak kelas 3 yang tidak mampu dan tidak ikut bimbel," jelas Sukur.
"Seenggaknya mereka tahu. Setelah try out pun akan ada kunci jawaban dan penyelesaiannya," sambung Sukur.
Sukur menuturkan kegagalan pengisian formulir menjadi salah satu penyebab dalam ujian masuk universitas. "Hampir 30 persen gagal karena pengisian formulir SBMPTN. Lalu, bagaimana kita ajarkan satu soal satu setengah menit," kata Sukur.
PDIP, kata Sukur, memiliki tanggung jawab mempersiapkan lulusan SMA agar siap secara psikologis. Karena menurutnya kesiapan psikologis terhadap ujian penerimaan yang hanya dua jam akan menentukan kedepannya.
"Suasana tes kita samakan. Jadi siap secara materi, materi pun mirip 10 tahun terakhir dan tidak asal buat. Mirip soal-soal setiap ujian masuk PT favorit. Ketiga, kita berikan pemahaman tentang universitas terkenal. Seperti apa PT-nya dan daya tampungnya berapa," kata Sukur.
Menyoal tentang biaya, Sukur pun menjawab diplomatis. "Pelaksana enggak dibayar karena dari PDIP sendiri. Jadi enggak bayar struktur partai. Biaya hanya untuk mencetak kertas ujian dan modul, itu pun gotong royong dan enggak terlalu besar. Jangan dibayangkan Rp 10 M karena semua dari DPC pelaksanaannya," jelas Sukur.
Sukur pun mengklaim bahwa try out yang dilaksanakan PDIP ini tidak abal-abal. Karena menurutnya, ada pihak bimbingan belajar swasta yang kredibel ikut dalam acara tersebut. "Kita kerja sama dengan bimbel yang kredibel. Soal try out pun tidak asal-asalan. Namun kita tidak kerjasama dengan pemerintah," pungkas Sukur. (dhn/dhn)











































