"Bagi saya ini masalah prinsip, ya tidak akan nyetor. Silakan saja dicoret dari daftar calon ketum," kata Indra saat dihubungi lewat telepon, Jumat (6/5/2016).
Dijelaskan Indra, dirinya menyebut iuran Rp 1 miliar ini tidak ada dalam AD/ART partai. Kedua, saat ini belum masuk pada proses Munas. Seharusnya semua diputuskan di tata tertib Munas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian pada waktu sosialisasi bakal caketum, Stering Commitee mengatakan, khusus dana wajib Rp 1 miliar ini akan ditanyakan ke KPK. Wakil Ketua Komisi Etik Lawrence Siburian sudah mendapat penjelasan dari KPK, itu dana wajib digolongkan gratifikasi, tapi tidak diindahkan. Di luar itu tidak pernah terjadi pada munas ada setor dana wajib kepada calon," jelas Indra.
Indra menyebut, bila dana Rp 1 miliar ini tidak diwajibkan, sebenarnya dirinya bersedia memberikan. Namun karena diwajibkan, dirinya tegas menolak.
(Baca juga: Tolak Bayar Iuran Rp 1 M, Syahrul: Kepemimpinan Tak Boleh Dikaitkan dengan Uang!)
"Ini akan menjadi preseden buruk ke depan, apalagi bila menjadi budaya. Akan diikuti oleh DPD, bukan tidak mungkin akan menyebabkan hanya kader yang kaya saja yang bisa jadi ketua, dan kader berkualitas tapi tidak punya kecukupan dana akan tersingkir. Jauh dari pikiran menjadikan partai ini modern," ujarnya.
"Kemudian pengertian kita, Munaslub belum mulai sama sekali. SC dan OC hanya berhak mempersiapkan rancangan-rancangan keputusan Munaslub. Putusan apapun harus diketok di forum Munas yang resmi termasuk soal pencalonan ketua umum yang sah," sambung Indra menegaskan.
Anda tak akan menyesal bila dicoret dari caketum Golkar karena sejauh ini sudah berjuang, berusaha mencari dukungan?
"Kecewa saja, karena sebetulnya bila ikut AD/ART, yang menentukan calon itu nanti di Munas, dalam pengertian saya tidak bisa SC yang memutuskan, karena tugasnya menyiapkan materi munas. Soal pemilihan diatur di tatib Munas nanti. Ini kan semacam akal-akalan untuk memotong calon," sahutnya.
Namun ditegaskan Indra, dirinya akan tetap hadir di Munas meski nantinya namanya dicoret menjadi caketum Golkar. "Saya hadir, kan peserta, pengurus di DPP. Ketua bidang pemenangan Pemilu, wilayah Sumatera di Munas Bali," imbuhnya.
(Baca juga: Dua Caketum Golkar Dianggap Mundur Bila Tak Bayar Iuran Rp 1 Miliar) (hri/hri)











































