4 WNI Masih Disandera, Menlu Filipina: Kami Harap Bisa Memberi Kabar Baik

4 WNI Masih Disandera, Menlu Filipina: Kami Harap Bisa Memberi Kabar Baik

Elza Astari Retaduari - detikNews
Rabu, 04 Mei 2016 17:58 WIB
4 WNI Masih Disandera, Menlu Filipina: Kami Harap Bisa Memberi Kabar Baik
Foto: Menlu Retno dan Menlu Filipina jumpa pers (Elza Astari/detikcom)
Jakarta - Empat WNI anak buah kapal Hendy masih disandera kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Abu Sayyaf. Menlu Filipina Jose Rene D Almendras menyebut pihaknya berharap bisa segera memberi kabar baik untuk Indonesia.

"Kami berharap untuk bisa memberikan kabar baik," ujar Almendras usai bertemu dengan Menlu Retno LP Marsudi di Gedung Pancasila, Kantor Kemenlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (4/5/2016).

Saat ini pemerintah Filipina masih bekerja sama dengan tim dari Indonesia untuk berusaha membebaskan 4 WNI yang masih disandera. Sama seperti ketika dua negara saling bekerja sama untuk membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap pembebasan sandera lainnya bisa segera terjadi. Tapi tekad dan keterlibatan pemerintah Indonesia, dari menteri Retno dan presiden itu sendiri membuat kami berharap untuk memberikan kabar baik," jelasnya.

Almendras mengaku negaranya senang bisa bekerja sama dengan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, termasuk Menlu Retno. Pembebasan 10 sandera beberapa waktu lalu disebutnya sebagai bentuk pencapaian yang sangat bermakna bagi Filipina.

Sementara itu Menlu Retno dalam pertemuan tertutup dengan Almendras kembali menyampaikan apresiasi atas bantuan pemerintah Indonesia dalam upaya pembebasan 10 WNI. Ia juga berharap agar kerja sama yang masih terjalin dapat membuahkan hasil atas pembebasan 4 WNI lainnya yang masih disandera.

"Tentunya kerja sama yang baik diharapkan dalam upaya membebaskan 4 WNI kita yang sampai saat ini masih disandera kelompok bersenjata," kata Retno dalam kesempatan yang sama.

Sayangnya baik Retno maupun Almendras tidak memberikan keterangan lanjutan soal perkembangan dari proses pembebasan 4 WNI tersebut. Keduanya harus segera berangkat ke Yogyakarta untuk acara Pertemuan Trilateral antara Indonesia, Malaysia dan Filipina yang akan berlangsung esok hari.

Sebelumnya salah satu tim negosiator yang berhasil membebaskan 10 WNI, Mayjen (Purn) Kivlan Zen mengungkap bahwa kelompok bersenjata bersedia membebaskan 4 WNI ABK itu. Namun kelompok bersenjata tersebut meminta uang tebusan.

"Penyandera minta (tebusan) 200 juta Peso. Tapi kami harap mereka (4 WNI) bisa dibebaskan dengan cara kekeluargaan sama seperti yang 10 (sandera) kemarin," ungkap Kivlan, Rabu (4/5).

Dana sebesar 200 juta peso setara dengan USD 4 juta atau sekitar Rp 56 miliar. Kivlan yang terjun langsung ke Filipina bersama 7 anggota timnya sejak 29 Maret lalu mengaku akan berusaha membebaskan 4 WNI tanpa uang tebusan alias dengan cara kekeluargaan. (elz/aws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini