Nama Tri Rismaharini yang akrab disapa Risma ini sudah lama masuk bursa cagub DKI. Kunjungan Ketum PDIP ke Surabaya hari Minggu 1 Mei mulai memperjelas rumor PDIP bakal mengusung Risma di last minute ke Pilgub DKI.
Sejumlah elite PDIP pun semakin berani menyebut Risma punya kesempatan maju Pilgub DKI. Risma dianggap berhasil memimpin Surabaya dan layak berlaga di Pilgub DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian Risma terus menyuarakan penolakan diusung ke Pilgub DKI. Risma menegaskan dirinya tak akan meninggalkan Surabaya.
"Kalau saya punya niat jelek, sudah saya tinggal ke Jakarta, iya to," kata Risma saat memberikan sambutan di Lomba Pengolahan Kudapan Ikan di Sentra Ikan Bulak (SIB), Rabu (4/5/2016).
Namun Risma menambahkan bila dirinya memilih tetap di Surabaya untuk membangun kota dan mensejahterakan warganya.
"Tapi karena saya punya niat baik maka saya tidak akan ninggalkan Surabaya," tambah Risma.
Sementara itu, kepala daerah lainnya yang muncul di bursa cagub DKI, Bupati Bojonegoro Suyoto, jauh lebih 'maju'. Kang Yoto sudah menyatakan siap diusung di Pilgub DKI.
Kang Yoto kini aktif blusukan di Jakarta. Melalui blusukan itu, Kang Yoto mencoba mendengarkan aspirasi masyarakat DKI. Kang Yoto juga sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh, salah satunya mantan wagub DKI Prijanto.
Terakhir, Kang Yoto melakukan dialog dengan warga Muara Angke pada akhir pekan lalu. Kang Yoto mengajak warga berdiskusi soal isu hangat saat ini yakni reklamasi Teluk Jakarta.
Dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (4/5/2016), Kang Yoto menjelaskan setiap masalah publik sebenarnya dapat dipecahkan secara kolaboratif dengan saling memahami niat atau aspirasi, apa yang diharapkan dan tidak diharapkan para pihak, merumuskan strategi dan sinkronisasi peraturan yang diperlukan untuk memastikan strategi berjalan.
"Aturan atau produk hukum pada dasarnya adalah konsensus sosial politik, alat untuk memastikan tertib sosial dan mewujudkan mimpi bersama yang lebih baik. Jadi sebelum berdebat soal hukum soal sosial, ekonomi dan politik ini mesti kelar, sebelum perdebatan penyesuaian aturannya. Jangan dibalik-balik," kata Kang Yoto.
Dialog bukanlah hal baru bagi Kang Yoto yang menggelar temu warga setiap Jumat di Bojonegoro. Kang Yoto menjalankan semangat sila keempat yang mengajarkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanan dalam permusyawaratan perwakilan.
Kabupaten Bojonegoro terpilih satu di antara 15 pemerintah Kota/Kab percontohan Open Government Partnership (OGP) international bersama Paris, Madrid, Seoul dan lainnya. Salah sebabnya selalu mengedepankan keterbukaan, dialog dan partisipasi publik. Sejak menjabat Maret 2008 hingga kini setiap jumat pendopo Kabupaten terbuka untuk dialog bebas dan disiarkan radio, termasuk live streaming.
Ada beberapa kepala daerah yang dinilai berhasil memimpin daerahnya antara lain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo, Bupati Bojonegoro Suyoto, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Wali Kota Pangkal Pinang Irwansyah, dan Wali Kota Malang Moh Anton. Memang tak semuanya menyatakan siap maju Pilgub DKI, namun prestasi mereka memimpin daerah menjadi nilai plus jika mereka maju ke jenjang lebih tinggi. Siapa bakal jadi cagub DKI terbaik?
(van/nrl)











































