"Kita berusaha meningkatkan itu. Makanya kami meminta pengawas internal dan eksternal untuk mengawasi proses seleksi untuk mendapat kualitas lebih baik," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto kepada wartawan, Senin (2/5/2016).
Hal itu diungkapkan Kapolda usai menandatangani Pakta Integritas Penerimaan Taruna Polri di Tenis Indoor Senayan, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengawas eksternal itu memiliki peran yang berbeda, seperti Kompolnas, KemenPAN-RB dan IPW selaku pengawas independen yang menilai secara keseluruhan dalam rangkaian penerimaan Polri di Polda Metro Jaya. Sementara pihak universitas untuk pengawasan uji akademik.
Dinas Pendidikan dan BAN PT sebagai pemeriksa bidang administrasi dan bidang kesehatan melibatkan tim dokter dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia).
Sementara itu, Kapolda mengatakan, sistem dalam seleksi penerimaan Polri ini adalah sistem one day service dengan di bawah pengawasan dari pengawas eksternal tadi dan unit pengawasan internal dari Itwasda. "Sehingga nanti setiap tahapan seleksi akan langsung diumumkan hasilnya pada hari itu juga, sehingga hasilnya transparan dan masyarakat bisa langsung melihat hasilnya," lanjut Kapolda.
Kapolda mengingatkan kepada para orangtua dan wali peserta untuk tidak menyuap atau tergida dengan tawaran oknum yang menjanjikan bisa meloloskan putra-putrinya dengan imbalan sejumlah uang.
"Kalau ada yang begitu, laporkan kepada saya," tegas Kapolda.
Pendafaran telah dimulai sejak 7-30 April lalu melalui situs www.penerimaan.polri.go.id. Setelah mendaftar secara online yang dibuktikan dengan print out, tahap selanjutnya dilakukan seleksi administrasi, kesehatan, psikologi, akademik dan kesamaptaan (jasmani). Proses seleksi untuk calon taruna Akpol, Bintara dan Tamtama dilakukan dalam waktu yang berbeda-beda. (mei/dra)











































