"Bahwa pertaannya ada tebusan atau tidak kami sampaikan tidak. Tidak ada tebusan!" kata Pramono di komplek Istana Negara, Jl Veteran, Jakpus, Senin (2/5/2016).
Pramono sadar, banyak isu yang berkembang di publik soal pembebasan 10 WNI itu. Menurutnya, pemerintah sangat tahu bagaimana proses pembebasan yang berjalan kurang lebih satu bulan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembebasan yang disandera itu sepenuhnya melibatkan pemerintah dan juga tentunya bahwa ada bagian-bagian dari pemerintah yang memiliki networking juga bekerja, maka Presiden menyampaikan bahwa ini diplomasi total," tegas Pramono.
Sebelumnya, Ketum PDIP Megawati menyebut bahwa 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf bisa bebas karena ada uang tebusan. Mega menyebut, ada yang mengurusi para sandera itu.
"Wong sandera itu sudah ada yang ngurusin kok. Ya terang saja dilepas, wong dibayar kok," ujar Mega saat menjadi keynote speaker di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta. (Hbb/aws)










































