"Pelakunya belum tertangkap, masih dalam penyelidikan," ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Agung Budijono dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Minggu (1/5/2016).
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian kepada polisi menuturkan ciri-ciri pelaku yang berjumlah 2 orang. Saksi yang mengetahui identitas pelaku menggambarkan ciri-ciri kepada polisi, yakni menggunakan topi dengan tinggi badan sekitar 169 cm dan kurus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tawuran antar pemuda itu terjadi di Jl Cipinang Latihan, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jaktim melibatkan 3 kelompok massa dari RW 10, 11 dan 13. Tawuran terjadi sekitar pukul 16.45 WIB, Minggu (1/5).
Massa yang terlibat tawuran saling melempar batu, petasan dan ada juga yang membawa pedang. Ada sekitar 50-100an orang.
68 Personel polisi dari Polres Jakarta Timur dan Polsek Jatinegara kemudian membubarkan aksi tawuran tersebut dengan tembakan gas air mata. Situasi berangsur kondusif setelah pukul 17.30 WIB. Saat ini aparat polisi masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
Seorang pelajar bernama Ricky Ferdiansyah (17), warga Cipinang Pulo Maja RT 013/011 Kelurahan Cibesut, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, tewas dalam aksi tawuran tersebut. Korban tewas akibat luka bacokan di bagian leher kirinya.
Korban dinyatakan meninggal karena kehabisan darah, setelah sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur.
Aksi tawuran di lokasi tersebut bukan yang pertama kalinya. Kejadian-kejadian sebelumnya juga pernah menewaskan sejumlah orang. Penyebab tawuran, seringnya karena permasalahan sepele, misalnya saling ejek yang kemudian berulang dan saling balas dendam. (mei/rvk)











































