10 WNI Di-drop Penyandera di Luar Rumah Gubernur Sulu, Ini Identitasnya

10 WNI Di-drop Penyandera di Luar Rumah Gubernur Sulu, Ini Identitasnya

Jabbar Ramdhani - detikNews
Minggu, 01 Mei 2016 16:22 WIB
10 WNI Di-drop Penyandera di Luar Rumah Gubernur Sulu, Ini Identitasnya
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Manila - 10 WNI yang merupakan awak kapal Brahma 12 telah dilepaskan penyanderanya. Pelepasan mereka dengan cara men-drop mereka di luar rumah Gubernur Sulu di Jolo, ibu kota Provinsi Sulu, pada Minggu siang.

"Kami diberitahu ada orang-orang tak dikenal yang men-drop warga Indonesia di depan rumah Gubernur Sulu (Abdusakur) Totoh Tan (II)," kata Kepala Polisi Sulu Superintenden Wilfredo Cayat kepada media Filipina, Inquirier, Minggu (1/5/2016).

Setelah itu, 10 WNI itu diajak masuk ke ke dalam dan diberi makan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka dibawa masuk ke dalam, mereka diberi makan. Gubernur Tan kemudian menelepon saya dan menyerahkan 10 orang itu kepada kami. Kami tengah mempersiapkan membawa 10 orang itu ke Zamboanga dan menyerahkan mereka ke petugas kekonsuleran negara mereka," bebernya.



Cayat menyatakan, 10 orang itu merupakan ABK dari kapal yang dibajak penyandera. Mereka dibajak di perairan Sulu pada 26 atau 28 Maret.

Polisi Filipina sebelumnya menyebut 10 orang itu bernama:

1.Peter Tonsen
2.Julian Philip
3.Alvian Elvis Peti
4.Mahmud
5.Surian Syah
6. Surianto
7. Wawan Saputra
8. Bayu Oktavianto
9. Rinaldi
10. Wendi Raknadian

Kapal Brahma 12 yang dibajak


Seorang sumber menyebut bahwa permintaan tebusan sebesar 50 juta peso atau 1 juta dollar AS telah dibayarkan kepada penyandera.

"Mereka diperkirakan akan dibebaskan antara Jumat dan Sabtu di sebuah tempat di Kota Luuk," kata sumber Inquirer.

Kapolri Jenderal Badrorin Haiti dan Kepala BIN Sutiyoso saat dikonfirmasi detikcom membenarkan pembebasan 10 sandera tersebut.
(nrl/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini