"Kami diberitahu ada orang-orang tak dikenal yang men-drop warga Indonesia di depan rumah Gubernur Sulu (Abdusakur) Totoh Tan (II)," kata Kepala Polisi Sulu Superintenden Wilfredo Cayat kepada media Filipina, Inquirier, Minggu (1/5/2016).
Setelah itu, 10 WNI itu diajak masuk ke ke dalam dan diberi makan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Cayat menyatakan, 10 orang itu merupakan ABK dari kapal yang dibajak penyandera. Mereka dibajak di perairan Sulu pada 26 atau 28 Maret.
Polisi Filipina sebelumnya menyebut 10 orang itu bernama:
1.Peter Tonsen
2.Julian Philip
3.Alvian Elvis Peti
4.Mahmud
5.Surian Syah
6. Surianto
7. Wawan Saputra
8. Bayu Oktavianto
9. Rinaldi
10. Wendi Raknadian
Kapal Brahma 12 yang dibajak |
Seorang sumber menyebut bahwa permintaan tebusan sebesar 50 juta peso atau 1 juta dollar AS telah dibayarkan kepada penyandera.
"Mereka diperkirakan akan dibebaskan antara Jumat dan Sabtu di sebuah tempat di Kota Luuk," kata sumber Inquirer.
Kapolri Jenderal Badrorin Haiti dan Kepala BIN Sutiyoso saat dikonfirmasi detikcom membenarkan pembebasan 10 sandera tersebut.
(nrl/nrl)












































Kapal Brahma 12 yang dibajak