Bertahan di Tenda Pengungsian, Warga Minta Tambah Mobil MCK

Bertahan di Tenda Pengungsian, Warga Minta Tambah Mobil MCK

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Sabtu, 23 Apr 2016 20:34 WIB
Bertahan di Tenda Pengungsian, Warga Minta Tambah Mobil MCK
Kondisi pasca banjir (Foto: Edward Febriyati/detikcom)
Bekasi -
Puluhan kepala keluarga memilih bertahan di tenda pengungsian milik BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Bekasi. Warga yang bertahan mengeluhkan bantuan air bersih dan mobil MCK (Mandi Cuci Kakus).

Salah satu warga yang mengeluhkan hal itu, Heni (60), ibu beranak satu yang memilih bertahan di tenda pengungsian. Dia mengeluh air yang surut meninggalkan lumpur di rumahnya.

"Mau balik ke rumah juga percuma enggak bisa buat tidur. Barang semua habis tidak ada yang bisa diselamatkan," ujar Heni yang memakai daster warna biru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasca surutnya air, kata Heni, suaminya telah kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur. Namun upaya itu agaknya sedikit terhambat apabila tidak ada bantuan.

"Enggak cukup satu hari, apalagi kalau enggak ada bantuan. Sementara saya udah enggak kuat lagi," ujarnya.

Heni mengatakan kebutuhan bahan makanan dan obat-obatan di tenda pengungsian sudah cukup. Namun dia berharap ada aliran listrik ke rumah miliknya.

"Paling tidak kalau ada listrik kita bisa bersihkan sisa lumpur. Sekarang mau bersihkan juga percuma karena airnya tidak keluar," tuturnya.

Sementara itu, warga RT 01 RW 10 bernama Hasan memilih bertahan di tenda pengungsian lantaran kedua orang tuanya harus dapat perawatan khusus. Terlebih dirinya juga memiliki balita.

"Mau tinggalin buat beres-beres juga enggak bisa, karena mertua saya lagi sakit enggak bisa ditinggal, udah gitu istri masih ngemong anak," kata Hasan.

Dirinya hanya bisa pasrah menunggu listrik menyala. Sebab untuk membersihkan lumpur dibutuhkan aliran air.

"Paling nunggung aliran listrik aja baru balik buat beres-beres," tuturnya.

Setidaknya sudah hampir 3 hari terakhir ini Hasan bersama keluarganya tidur di tenda pengungsian. Kini kebutuhan yang mendesak untuk pengungsi adalah mobil MCK.

"Paling tidak bisa ditambah lagi untuk mobil MCK karena tidak cukup kalau lihat jumlah pengungsi yang banyak seperti ini," pungkasnya. (edo/dhn)


Berita Terkait