BMKG Prediksi La Nina 2016 Mulai Agustus, Bisa Perpendek Kemarau

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Jumat, 22 Apr 2016 09:20 WIB
Foto: BNPB
Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena alam La Nina akan datang mulai Juli 2016. Imbasnya, musim kemarau akan lebih pendek.

"Bicara masalah La Nina, saat ini dalam status El Nino meskipun intensitasnya skala sedang ke lemah. Nah, apakah ini kemudian jadi La Nina? Dimungkinkan setelah terjadi El Nino ada La Nina, tapi belum saat ini," jelas Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mulyono Rahadi Prabowo kala berbincang dengan detikcom, Kamis (21/4/2016).  

Mulyono menambahkan, gejala La Nina yang bisa meningkatkan intensitas hujan lebat, diprediksi mulai tampak pada bulan Juli-Agustus 2016.

(Baca juga: Setelah El Nino, Waspadai La Nina 2016!)

"Sekarang ini El Nino sedang-lemah. Kemudian memasuki fase netral iti Mei-Juni-Juli. Hingga kalaupun setelah El Nino ada La Nina, bisa kita lihat indikasi kuatnya bulan Agustus-September nanti, belum saat ini," imbuh dia.

Pada saat La Nina pun, tambahnya, bukan berarti langsung banyak dampaknya. Dampak itu akan dirasakan secara bertahap.

"La Nina ini akan membuat akhir musim kemarau datang lebih cepat. Musim kemarau dirasakan lebih pendek. Atau awal musim hujan maju. Normalnya September-Oktober masuk musim hujan, atau masuk masa transisi. Kalau ada La Nina, Juli-Agustus sudah bisa dilihat, termasuk intensitasnya, sedang atau kuat, belum bisa dilihat sekarang," jelasnya. (nwk/bag)