Perjalanan Pilot Cantik Kapten Monika Menggapai Cita Hingga Angkasa

Elza Astari Retaduari - detikNews
Jumat, 22 Apr 2016 08:12 WIB
Kapten Monika berada di kokpit pesawat. Foto: Dok. Anggiat Hutagalung/Tim AirAsia
Denpasar - Menjadi pilot bukan lah pekerjaan yang biasa digeluti seorang wanita. Namun itu bukan menjadi perkara bagi seorang Monika Anggreini.

Monika adalah pilot pertama Maskapai AirAsia Indonesia. Pilot yang sudah memiliki 9.000 jam terbang tersebut kini sudah menjadi seorang Kapten Pilot, pimpinan dalam sebuah penerbangan.

Untuk mencapai posisi sebagai Kapten Pilot tidaklah mudah. Banyak perjuangan yang harus ditempuhnya. Sehingga bisa lah Monica disebut sebagai Kartini era modern.

"Saya sudah 12 tahun jadi pilot, AirAsia 11 tahun. Satu tahun di Star Air. Awalnya saya enggak mau jadi Pilot, tapi ayah di TNI AU mau saya jadi pilot, akhirnya keluar kuliah dari Teknik Sipil Trisakti," ungkap Monica saat berbincang di Kuta, Bali, Kamis (21/4/2016).

Monika bercerita, ia mengambil sekolah pilot di Juanda Flying School di Surabaya pada tahun 1994. Namun baru benar-benar bisa menggeluti dunia maskapai penerbangan pada tahun 2004. Kala itu, masalah krisis moneter menjadi salah satu penyebabnya.

Sebelum bekerja di maspakai sebagai penerbang, Monika akhirnya kembali ke bangku kuliah usai sekolah penerbangan. Selain itu, ia mengikuti juga banyak sekolah serta training sebagai persyaratan lain untuk menjadi seorang pilot.

"Di AirAsia Indonesia, saya pilot pertama perempuan sampai 7 tahun hanya satu-satunya. Sekarang sudah ada 10 orang," kata wanita bertubuh semampai ini.

Dari 10 orang pilot wanita di AirAsia Indonesia, baru 2 wanita yang memiliki posisi sebagai Kapten Pilot. Sisanya adalah kopilot. Jalan yang ditempuh Monika untuk bisa berada di posisi saat ini dimulai ketika ia mendapat Private Pilot License (PPL) usai lulus dari sekolah pilot.