"Yang dapat saya sampaikan adalah bahwa setiap hari teman-teman lihat, saya tidak pernah lepas dengan barang yang satu ini (HP). Karena tidak hanya satu hari sekali, karena saya terus melakukan pembicaraan baik dengan Jakarta maupun Manila," kata Retno di London, rabu (20/4/2016).
Menurut Retno, dalam kondisi seperti ini, banyak sekali simpang siur informasi dan sebagainya, karena itu untuk melakukan pengecekan sampai ada informasi yang benar.
"Bagi pemerintah pengecekan yang paling utama adalah keselamatan WNI kita. Dari informasi yang kita peroleh sampai semalam, alhamdulillah ke-10 WNI kita masih dalam kondisi baik dan itu akan kita jaga terus," lanjutnya.
Retno menyebut, informasi yang diterimanya, para WNI yang disandera itu kadang-kadang terpecah menjadi dua grup di tempat berbeda, kadang menjadi satu.
"Kita bisa bayangkan situasi di lapangan. Tetapi setiap pergerakan kita pantau dengan baik dan kita tahu semuanya," terang Retno.
Soal upaya pembebasan yang disebut akan diupayakan dengan penebusan sandera, Retno belum merespons. Namun dia menegaskan kondisi para WNI selalu dikabarkan ke keluarga.
(Baca juga: Menko Luhut: 10 WNI yang Disandera akan Ditebus dengan Uang Perusahaan)
"Yang 4 (WNI) ini juga komunikasi dengan perusahaan sudah kita lakukan, dengan keluarga dan sebagainya. Jadi kita sudah punya sistem bagaimana bekerja untuk menangani masalah ini," imbuhnya. (miq/hri)











































