Kemendikbud: Permasalahan Museum Radyapustaka Tak Sekadar Biaya

Kemendikbud: Permasalahan Museum Radyapustaka Tak Sekadar Biaya

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Sabtu, 16 Apr 2016 13:05 WIB
Kemendikbud: Permasalahan Museum Radyapustaka Tak Sekadar Biaya
Museum Radyapustaka (Foto: Muchus Budi/detikcom)
Jakarta - Museum Radyapustaka sudah beberapa hari ini tutup lantaran terkendala biaya sehingga tak sanggup membayar gaji pegawai. Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menyatakan, persoalan di museum tersebut tak sesederhana memberikan bantuan biaya.

"Jadi sebetulnya pertama soal yang agak mendasar, kelembagaan museum. Dia yayasan bentuknya, private museum, bukan punya negara walaupun ini museum tertua. Tentu pemerintah sedia membantu dan kita punya program revitalisasi museum, baik museum publik atau milik pemerintah pusat/daerah atau pun privat. Tapi Radyapustaka enggak masuk dalam program ini. Saya menduga, pengelola museum tidak mengajukan," tutur Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid kepada detikcom, Sabtu (16/4/2016).

Baca: Sedih! Museum Radyapustaka Solo Tutup karena Tak Bisa Bayar Gaji Karyawan

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembinaan museum memang awalnya dilakukan oleh pemerintah pusat. Namun saat era desentralisasi, pembinaan dilakukan oleh pemda, pemkot, atau pun pemkab.

"Tapi Radyapustaka beda kasusnya. Dia yayasan. Bukan berarti enggak bisa dapat bantuan tapi tergantung yayasannya," imbuh Hilmar.

Baca: Museum Radyapustaka Solo Tutup karena Biaya, Pengelola Pasrah

Meski bisa saja memberikan bantuan, tetapi pemerintah pusat tidak ingin mengintervensi. Hilmar menganjurkan agar pengelola Museum Radyapustaka, Pemkot Surakarta, dan Kemendikbud duduk bersama untuk menyelesaikan masalah secara komprehensif.

"Permasalahannya bukan sekedar kasih duit saja. Kalau lihat keuangan sekarang kelihatannya kan sulit ya. Pembenahan manajemen juga. Mutlak toh harus duduk bersama, pihak museum sendiri terus juga pemerintah daerah," kata Hilmar. (bpn/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads