"Nanti diserahkan kepada pimpinan komite untuk merumuskan, kemudian dilaporkan ke SC. Setelah itu, SC melaporkan ke DPP untuk diplenokan," kata Nurdin di DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakbar, Rabu (13/4/2016).
Sehingga keputusan berapa nominal uang partisipasi diserahkan kepada DPP. Nurdin memastikan, angka uang partisipasi Rp 20 miliar yang saat ini beredar tidak benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Nurdin memastikan, uang partisipasi itu pasti ada. Uang tersebut digunakan untuk membiayai penyelenggaraan biaya sosialisasi dan sebagian biaya Munaslub.
"Ini dikakukan untuk mempersempit peluang money politics," ujarnya. (kff/miq)











































