Ke Mana Mbah Tardjo?

Ke Mana Mbah Tardjo?

- detikNews
Rabu, 16 Mar 2005 12:13 WIB
Jakarta - Siapa sih yang tidak kenal Soetardjo Soerjogoeritno? Politikus kawakan dari PDIP yang sering disapa Mbah Tardjo ini sudah bertahun-tahun menjadi anggota DPR. Kini, dia menjabat wakil ketua DPR. Tapi, ke mana Mbah Tardjo saat sidang paripurna soal BBM? Mbah Tardjo tidak terlihat di kursi pimpinan sidang saat sidang paripurna DPR membahas kenaikan harga BBM di gedung Nusantara, gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (15/3/2005) Selasa malam. Padahal, sidang paripurna saat itu berjalan alot dan diwarnai dengan keributan kecil. Sidang paripurna biasanya dipimpin oleh para pimpinan DPR. Yang disebut pimpinan DPR adalah Ketua DPR Agung Laksono (Fraksi Partai Golkar), Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar (FKB), Wakil Ketua DPR Zainal Ma'arif (FBR), dan Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjoegoritno (FPDIP. Tapi, dalam sidang paripurna Selasa malam, hanya ada dua pimpinan DPR yang duduk di kursi pimpinan sidang, Agung Laksono dan Zainal Ma'arif. Mbah Tardjo dan Muhaimin tidak tampak. Memang, tidak ada keharusan bahwa dalam sidang paripurna, keempat orang pimpinan DPR itu harus datang. Minimal ada satu di antara keempat anggota pimpinan DPR yang hadir, sidang paripurna bisa digelar. Biasanya, tergantung temanya, karena para wakil ketua DPR itu membidangi bidang-bidang tertentu. Tardjo merupakan wakil ketua DPR membidangi politik, ekonomi, dan keuangan. Muhaimin merupakan wakil ketua DPR membidangi industri, perdagangan, dan pembangunan. Sedangkan Zainal Ma'arif merupakan wakil ketua DPT membidangi kesejahteraan rakyat. Namun, dalam pembahasan masalah yang besar, seperti kenaikan harga BBM, tentu menjadi tanda tanya bila ada dua anggota pimpinan DPR yang tidak datang. Apalagi, sudah diperkirakan bahwa sidang akan berjalan alot, karena kekuatan DPR terbelah, sebagian menolak kenaikan harga BBM, sebagian menerima kebijakan pemerintah itu. Siapa yang seharusnya berhak memimpin sidang paripurna yang membahas BBM ini? Masalah BBM sangat luas jangkauannya. Bisa masuk ke bidang politik dan ekonomi, bisa masuk ke bidang industri dan perdagangan, dan juga bisa masuk ke bidang kesejahteraan rakyat. Tapi, mengapa Zainal Ma'arif yang membidangi kesejahteraan rakyat yang ditunjuk memimpin sidang? Ini yang belum jelas. Padahal, mungkin Mbah Tardjo yang lebih pas untuk memimpin sidang paripurna ini. Ketidakhadiran Mbah Tardjo dan Muhaimin dalam sidang paripurna itu, sepintas memang hal yang biasa. Tapi, bila dirunut, tentu bisa jadi memunculkan pertanyaan. Apakah keempat personel pimpinan DPR itu tidak kompak? Apakah Tardjo dan Muhaimin tidak datang sebagai strategi politik keduanya? Ceritanya sangat lain bila Mbah Tardjo dan Muhaimin hadir dan duduk di kursi pimpinan sidang. Sidang paripurna mungkin tidak berlangsung sepanas itu, karena FPDIP dan FKB tentu akan sungkan untuk memberikan statement yang keras terhadap pimpinan sidang yang mereka nilai tidak becus memimpin sidang. "Jangan-jangan ketidakhadiran Muhaimin dan Pak Tardjo sengaja dilakukan FPDIP dan FKB agar para anggota kedua fraksi bisa bebas untuk memberikan pendapat. Akan sangat lain kondisinya, bila dua fraksi ini ngotot, tapi wakil ketua DPR dari fraksi mereka ada di kursi pimpinan sidang," kata salah seorang anggota DPR. Lantas ke mana Mbah Tardjo dan Muhaimin pada Selasa malam itu? Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo memberikan klarifikasi tentang ketidakhadiran Mbah Tardjo. "Pak Tardjo sedang menemani istrinya yang sedang sakit. Beberapa hari lalu, istrinya menderita penyakit kanker dan dioperasi di RS di Singapura. Tapi, sekarang sudah dibawa ke Indonesia," kata Tjahjo kepada detikcom, Rabu (16/3/2005) seakan membantah skenario di atas. Sedangkan Muhaimin? Masih belum diketahui alasan ketidakhadirannya. (asy/)


Berita Terkait