Sejak Dipimpin PM Badawi, Malaysia Semakin Korup
Rabu, 16 Mar 2005 11:17 WIB
Jakarta - Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim melancarkan kecaman tak terduga terhadap Perdana Menteri (PM) Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi.Dicetuskan Anwar dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, Rabu (16/3/2005), Malaysia semakin korup sejak Badawi berkuasa. Statemen yang keluar dari mulut Anwar ini bisa dibilang tidak terduga. Pasalnya, Anwar semula sangat memuji-muji Badawi, yang dilantik sebagai PM pada Oktober 2003 lalu.Saat itu Badawi berjanji akan memberantas korupsi dan lebih mengembangkan demokrasi. Namun menurut Anwar, situasi kini justru kian memburuk. "Sayangnya setelah 1 1/2 tahun tidak ada yang telah dilakukan," tukas Anwar yang karir politiknya hancur pada tahun 1998 dalam perseteruan sengit dengan PM Malaysia waktu itu, Mahathir Mohamad.Mahathir memecat Anwar dari pemerintahan dan partai setelah dirinya ditangkap karena tuduhan sodomi dan korupsi. Anwar bersikeras bahwa dirinya telah menjadi korban karena dia membeberkan korupsi dalam pemerintahan Mahathir. Anwar akhirnya menjalani hukuman empat tahun penjara atas dakwaan korupsi dan dua tahun penjara atas dakwaan sodomi sebelum vonis tersebut kemudian dibatalkan. Anwar dibebaskan pada September 2004.Dikatakan Anwar, dirinya sudah tahu dengan adanya korupsi besar-besaran ketika ia masih menjadi deputi PM semasa pemerintahan Mahathir. "Namun yang kami saksikan sekarang jauh lebih buruk. Itu (korupsi) ditolerir dan tidak seorang pun yang merespons," ujarnya.Kantor PM Badawi menolak untuk dimintai komentarnya atas tudingan Anwar ini. Namun menurut Transparency International, organisasi yang berbasis di Berlin, Jerman, korupsi di Malaysia memang meningkat pada tahun 2004 dibandingkan tahun 2003.
(ita/)











































