Misalnya saja di Jakarta dan kota-kota di sekitarnya, jembatan penyeberangan dipakai menyeberang mungkin bila sangat terpaksa.
![]() |
Alasannya mungkin karena jembatan penyeberangan yang amat sangat tidak ramah. Untuk orang tua atau difabel, amat sulit naik jembatan penyeberangan.
Demikian juga untuk orang biasa, naik jembatan penyeberangan menjadi pilihan terakhir. Buktinya seperti jembatan penyeberangan di depan Stasiun Pasar Minggu, Jaksel.
![]() |
Banyak warga begitu keluar stasiun memilih menyeberang di jalan saja. Jembatan penyeberangan bukan pilihan, karena untuk naiknya amat sangat butuh pengorbanan. Selain tak begitu lebar, juga menanjak yang cukup tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Bila menengok ke kota-kota yang ramah pejalan kaki di negara lain, rasanya model jembatan penyeberangan seperti ini sudah ditinggalkan. Sekali lagi mungkin, ada baiknya bila jembatan penyeberangan saat dibangun benar-benar memperhatikan berbagai aspek yang memberikan kenyamanan. (dra/dra)














































