Indonesia Tolak Tawaran Napi Teroris Umar Patek untuk Bantu Bebaskan 10 WNI

Indonesia Tolak Tawaran Napi Teroris Umar Patek untuk Bantu Bebaskan 10 WNI

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 08 Apr 2016 18:33 WIB
Indonesia Tolak Tawaran Napi Teroris Umar Patek untuk Bantu Bebaskan 10 WNI
Umar Patek saat sidang di PN Jakbar (Foto: Jhoni Hutapea)
Jakarta - Narapidana teroris Umar Patek disebut bersedia membantu negosiasi pembebasan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Namun pemerintah RI menolak tawaran Umar Patek.

"Iya menawarkan diri (Umar Patek) tapi kita tak ingin negosiasi seperti itu," ujar Wapres Jusuf Kalla (JK) di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat,Β  Jumat (8/4/2016).

JK mengatakan, negosiasi yang dilakukan oleh Pemerintah RI adalah negosiasi antar pemerintah. Dengan kata lain, pemerintah lebih menekankan hubungan bilateral antar negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi lewat pemerintah," ucap JK.

Umar Patek disebut-sebut dekat dengan kelompok Abu Sayyaf. Pasalnya Umar pernah menetap di Filipina pasca kejadian bom Bali. Umar juga disebut pernah mendapatkan pelatihan di Mindanao, Filipina.

Umar Patek merupakan anggota dari Jemaah Islamiyah dan terlibat dalam bom di Bali pada tahun 2002. Saat ini Umar sudah divonis penjara selama 20 tahun akibat perbuatannya.


(fiq/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads