Mencari Cagub DKI Terbaik

Cara Wali Kota Malang Atasi Banjir, Buat Gerakan Menabung Air

M Aminuddin - detikNews
Jumat, 08 Apr 2016 14:04 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Banjir jadi masalah serius di perkotaan. Faktor pemicunya bisa bermacam-macam, mulai air kiriman, gorong-gorong tersumbat, hingga cuaca ekstrem. Kota Malang memiliki cara tersendiri mengatasinya, yakni dengan Gerakan Menabung Air alias GEMAR.

GEMAR diluncurkan pada pertengahan 2014. Program kolaborasi Pemkot, Universitas Brawijaya (UB), dan kalangan swasta ini ditandai dengan pembuatan sumur injeksi atau sumur resapan di RW 23 Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing atau biasa disebut kawasan Glintung. Dulu daerah itu sering banjir, kini tidak.

Sumur injeksi untuk resapan air

Sumur injeksi dengan diameter 1 meter dan kedalaman 10-15 meter, bisa menampung lebih dari 8 ribu liter air. Ini setara dengan satu truk tangki. Di beberapa kelurahan, hal ini sudah diterapkan. Selain sumur, dibuat juga biopori. Kian banyak biopori, kian banyak air yang bisa ditampung di dalam tanah.

Wali Kota Malang Moch Anton mengaku cukup puas dengan program tersebut. Untuk perkotaan dan kawasan urban, menabung air adalah pilihan tepat. Selain mudah dilakukan, juga tak banyak lahan yang diperlukan.

Saat ini, kata Anton, program sumur injeksi bukan hanya difokuskan untuk wilayah perkampungan, tapi sudah menjangkau pada titik-titik gorong-gorong atau drainase. Dengan begitu debit air yang mengalir tidak kesemuanya mengalir ke hilir hingga menyebabkan sungai meluap dan banjir.

"Konsep ini akan cepat mengurangi debit air, tidak semuanya bermuara ke sungai," tutur Anton, Jumat (8/4/2016).

Sumur ditutup besi

Pria yang biasa disapa Abah Anton ini menyebut Pemkot tidak ingin bekerja sendiri. Karena itu, mereka bekerja sama dengan berbagai pihak. "Sinergitas ampuh untuk mengatasi persoalan," aku wali kota berlatar belakang pengusaha ini.

Kepemimpinan Anton sudah memasuki tahun ketiga. Politikus PKB ini memfokuskan penataan kota. Selain ruang publik, dia juga berupaya menyelesaikan permasalahan mendasar di wilayahnya.

Menjelang Pilgub DKI tahun 2017, banyak pihak mendorong kepala daerah yang berhasil membangun daerah untuk maju. Bahkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap kepala daerah yang sukses ikut meramaikan Pilgub DKI supaya warga Ibu Kota punya banyak pilihan calon kepala daerah.

Ada beberapa kepala daerah yang dinilai berhasil memimpin daerahnya antara lain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo,  Bupati Bojonegoro Suyoto, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Wali Kota Pangkal Pinang Irwansyah, dan Wali Kota Malang Moh Anton. Siapakah di antara mereka akan jadi cagub DKI terbaik? (trw/van)