Dari pantauan di lokasi sekira pukul 16.00 WIB, Jumat (1/4/2016) lalu lintas tampak lebih lengang dibanding ketika seperator masih terpasang. Sebelumnya pengguna jalan dibagi dua yaitu di sisi kanan untuk yang melintas, dan sisi kiri untuk khusus pengunjung mal atau hotel.
(Baca juga: Ada yang Heran, Jalan Utama di Semarang ini 'Menyempit' karena Separator di Depan Mal)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah diurus, hari ini sudah tak suruh bongkar. Kalau memang kondisinya mengganggu jalan umum ya saya suruh bongkar," kata Hendi kepada detikcom, Jumat (1/4/2016).
Ia menambahkan pemasangan separator kemungkinan memang untuk rekayasa lalu lintas dari pihak terkait dalam hal ini Dishubkominfo dan Polisi Lalu Lintas. Tapi Hendi kembali menegaskan jika justru mengganggu maka harus dibongkar.
"Itu mungkin rekayasa yang dilakukan teman-teman," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, separator yang terpasang sekitar setahun lalu itu memisahkan antara pengguna jalan umum dan pengunjung mal atau hotel. Hendi kemarin juga sempat menerima laporan lewat twitter terkait separator tersebut, ia pun bertindak sepulangnya dari menghadiri acara Top 99 Inovasi Pelayanan Publik di Surabaya. (alg/dra)











































