Kehidupan Pilot Sriwijaya Air: Gaji, Jam Kerja dan Tanggung Jawab Pada Ilahi

ADVERTISEMENT

Kehidupan Pilot Sriwijaya Air: Gaji, Jam Kerja dan Tanggung Jawab Pada Ilahi

Feby Dwi Sutianto - detikNews
Jumat, 01 Apr 2016 15:38 WIB
Souvenir pesawat Sriwijaya Air (Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto)
Jakarta - Bagaimana sebetulnya kehidupan seorang pilot? Berapa gajinya? Lalu, seperti apa pembagian jam kerjanya? President dan CEO Sriwijaya Group Chandra Lie berbagi cerita tentang pilot-pilot handalnya.

Saat berkunjung ke kantor redaksi detikcom, Jl Warung Buncit, Kamis (31/3) kemarin, Chandra mengatakan pilot yang bekerja di tempatnya benar-benar diseleksi ketat. Dari ratusan pendaftar setiap kali rekrutmen, hanya beberapa yang lolos. Itu pun masih harus digembleng setiap saat.

"Sriwijaya group tidak akan terbang sama sekali kalau seandainya membahayakan keselamatan terbang atau penerbang. Kita betul-betul menjaga ini," kata Chandra. 

Chandra didampingi oleh Senior Manager of Corporate Communication Agus Soedjono, Direktur Finance & GA, Gabriella Sonia, Advisor Presiden Director Capt. Prasetyo dan Head of External Relations Adi Willi Hanhan.


Chandra Lie (foto: Reno/detikcom)

Direktur Finance Gabriella mengatakan, pilot yang sudah berpengalaman dengan jam terbang tertentu, akan mendapat sejumlah fasilitas menarik. Seorang pilot Sriwijaya bisa bergaji di kisaran Rp 50 juta ke atas. Lalu dengan jam kerja yang mengikuti standar keselamatan dunia.

Advisor Presiden Director Capt. Prasetyo menambahkan, seorang pilot yang baru lulus dari sekolah penerbangan, harus melalui pendidikan lanjutan. Dengan jam terbang tertentu, dia baru bisa menjadi junior kopolit. Untuk mencapai level kapten, paling cepat masa kerjanya 8 tahun. 

"Para pilot ini akan dilatih secara teori, lalu pakai simulator, baru setelah itu terbang didampingi dengan instruktur," papar kapten Prasetyo yang sudah lama menjadi pilot ini.

Sriwijaya Air dan NAM Air (foto: Reno/detikcom)


Sriwijaya Air memiliki sejumlah simulator penerbangan yang disesuaikan dengan tipe-tipe pesawat terkini. Latihan di simulator dilakukan berkala agar pilot bekerja maksimal. Ini semata-mata untuk menjaga keamanan.

"Walaupun kopilot atau penerbang junior, dia tanggung jawabnya ke Tuhan. Kalau pilot malpraktik korbannya bisa sampai 100 lebih," ucap Pras.

Ada aturan khusus bagi pilot dan kopilot di pesawat Sriwijaya Air. Bila ada salah seorang yang meninggalkan kokpit, harus ada kru kabin yang berjaga pintu. Ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan pilot atau kopilot terkunci atau sengaja mengunci diri seperti yang terjadi di penerbangan Germanwings yang dijatuhkan oleh kopilotnya sendiri, Andreas Lubitz.

"Saya yang buat aturan itu. Kalau pilot keluar, ada pramugari atau pramugara yang berjaga," kata Chandra menambahkan.

Jam kerja pilot Sriwijaya Air rata-rata 85 jam per bulan. Secara aturan, seorang pilot tak boleh terbang lebih dari 110 jam per bulan. Sementara untuk waktu setahun, pilot tidak boleh terbang lebih dari 1.050 jam. Dengan demikian, rata-rata para pilot bekerja tidak boleh lebih dari 9 jam dan maksimal hanya boleh bekerja enam hari seminggu.

Bagaimana bila ada pilot berhalangan atau sakit? Maka pilot pengganti disiapkan. Bila kasus ini terjadi di daerah, maka  pilot cadangan diterbangkan dari Jakarta atau penerbangan harus ditunda sementara.

"Intinya, pilot itu harus benar-benar diatur jam kerjanya, termasuk juga istirahatnya. Tidak boleh sembarangan," tutup Pras. (mad/mad)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT