Warga Diimbau Tak Beralih ke BPJS Kelas III Meski Memungkinkan dapat Fasilitas Kelas I

Nur Khafifah - detikNews
Jumat, 01 Apr 2016 12:24 WIB
Foto: Nur Khafifah/detikcom
Jakarta -
Pemerintah telah memastikan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas III tidak naik, bahkan memungkinkan mendapat fasilitas kelas I. Kondisi ini memunculkan peluang migrasi para pengguna BPJS kelas lain.
Menanggapi hal itu, Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi mengimbau agar para pengguna BPJS kelas I dan kelas II berbesar hati. Mereka diminta tidak bermigrasi ke kelas III jika mampu membayar iuran untuk kelas I atau kelas II.
"Kalau kita mengajak gunakan hati nurani. Ini kan sistem sharing. Kalau mampu membayar iuran kelas I atau kelas II kenapa harus ke kelas III," kata Bayu dalam konferensi pers di kantor BPJS Kesehatan, Jl Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2016).
Iuran BPJS Kesehatan untuk kelas III rencananya akan dinaikkan menjadi Rp 30.000. Namun pemerintah telah memastikan tidak jadi menaikkan sehingga iuran kelas III tetap senilai Rp 25.500.
Sementara iuran kelas I meningkat dari Rp 59.500 menjadi Rp 80.000. Sedangkan kelas II meningkat dari Rp 42.500 menjadi Rp 51.000.
Meski iuran 2 kelas teratas tersebut meningkat, namun potensi defisit anggaran BPJS Kesehatan masih belum terhindarkan. Sebagai gambaran, perhitungan tahun lalu, defisit anggaran BPJS Kesehatan mencapai Rp 9,78 triliun. Pemerintah kemudian menutupnya dengan Penyertaan Modal Negara (PMN).
"Kalau untuk tahun ini akan ditambal pemerintah tapi belum tahu dalam bentuk apa," ujarnya.


(khf/aan)