Kenalan dengan Pria 'Utusan Kerajaan Brunei', Pegawai BUMN Tertipu Rp 100 Juta

Kenalan dengan Pria 'Utusan Kerajaan Brunei', Pegawai BUMN Tertipu Rp 100 Juta

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 30 Mar 2016 16:52 WIB
Kenalan dengan Pria Utusan Kerajaan Brunei, Pegawai BUMN Tertipu Rp 100 Juta
Foto: thinkstock
Jakarta - Seorang pria yang bekerja di sebuah perusahaan BUMN berinisial S harus kehilangan uang Rp 100 juta di rekeningnya dalam waktu sekejap. Ia diduga ditipu oleh 3 orang pria yang mengaku 'utusan dari raja Brunei Darussalam'.

"Saya ketemu dia di lobi hotel di Mangga Dua, Jakarta Barat pada Selasa (29/3) malam. Nah orang ini mengaku utusan kerajaan Brunei Darussalam," kata S kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

S yang merupakan warga Balikpapan, Kalimantan Timur ini menginap di hotel tersebut karena ada urusan pekerjaannya. Dia menginap di hotel tersebut bersama istri dan anaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masih di lobi hotel, korban didekati oleh seorang pria yang berlogat melayu yang mengaku kepada korban baru menukar ribuan USD ke dalam rupiah dan dimasukkan ke rekening BRI milik pelaku. Pelaku kemudian berpura-pura meminta korban untuk mengajarkan caranya melakukan transaksi via ATM bank Indonesia.

"Terus saya diajak ke ATM, naik taksi bersama pelaku di ATM mana saya juga enggak tahu. Karena enggak ada kecurigaan, ya saya antar saja," imbuhnya.

Setibanya di gerai ATM tersebut, pelaku kemudian meminta korban untuk mengecek ATM-nya. Korban saat itu juga sambil mengajarkan cara membuka ATM kepada pelaku.

"Dia ngasih tahu PIN dia itu 112233. Terus saya cek, saldonya itu luar biasa, ada sekitar Rp 4 triliun, pokoknya nolnya banyak deh yang saya lihat di situ," ungkapnya.

Setelah selesai mengecekkan ATM pelaku, korban kemudian diajak ngobrol lagi oleh pelaku. Saat hendak keluar gerai ATM, korban kemudian diminta menunjukkan kembali caranya membuka ATM dengan menggunakan bahasa Inggris, tetapi pakai ATM korban.

"Terus saya masukan kartu ATM saya, saya tidak sadar kalau dia mengintip PIN ATM saya," cetusnya.

Setelah selesai menunjukkan cara mengecek kartu ATM, pelaku berterimakasih kepada korban. Selanjutnya, saat keduanya hendak keluar dari gerai ATM, pelaku kemudian meminta korban menunjukkan kartu ATM-nya. Pada kesempatan itulah, pelaku diduga menukarkan kartu ATM korban dengan milik pelaku.

Sebelum meninggalkan gerai ATM untuk kembali ke hotel, korban diberi uang oleh pelaku sebesar Rp 1 juta untuk ongkos taksi dan sebagai ucapan terimakasih atas bantuan korban.

"Kartunya sama persis sama ATM punya saya. Saya baru sadar uang saya disedot waktu mau balik lagi ke hotel kok ada pemberitahuan dari bank ada transaksi pertama Rp 10 juta, kemudian Rp 50 juta," lanjutnya.

Menyadari ada keganjilan, korban langsung menghubungi pihak bank untuk memblokir rekeningnya. Tetapi saat itu sudah terlambat, pelaku rupanya mentransfer lagii uang Rp 40 juta dari rekening korban hingga ludes.

"Kata orang banknya, pas yang terakhir itu 'loh Pak, ini ada transaksi lagi Rp 40 juta', hah? Ya sudah mau diblokir juga enggak ada lagi (uangnya)," pungkasnya.

Atas hal itu, korban kemudian melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Ia berharap agar pelakunya dapat segera ditangkap. (mei/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads