DetikNews
Rabu 30 Maret 2016, 02:16 WIB

Taksi Konvensional Diminta Lakukan Inovasi Agar Tak Kalah Saing

Elza Astari Retaduari - detikNews
Taksi Konvensional Diminta Lakukan Inovasi Agar Tak Kalah Saing Hatta Rajasa di acara Partai Demokrat/Foto: Elza Astari Retaduari-detikcom
Bogor - Mantan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menyebut taksi konvensional harus bergerak cepat mengikuti perkembangan teknologi agar tak kalah saing dengan taksi beraplikasi online.

"Setiap perubahan selalu membawa dampak, tapi kita tidak boleh menahan perubahan atau kemajuan zaman, kemajuan di dunia atau revolusi TI itu membawa perubahan dahsyat dalam perubahan perilaku dan pola berusaha," ujar Hatta di Novotel Hotel, Bogor, Selasa (29/3/2016).

Jika hanya meletakkan perubahan atau kemajuan yang tak bisa dibendung lagi pada mekanisme pasar tanpa ada penataan, disebut Hatta menyebabkan timbulnya distorsi. Meski begitu, ia juga tidak setuju jika transportasi berbasis IT dihilangkan.

"Jangan dimatikan, Gojek, Uber, GrabCar dan lain-lain karena itu kan menguntungkan masyarakat. Jangan dimatikan tapi perlu ditata. Tapi pemerintah juga harus berikan solusi terhadap perusahaan-perusahaan yang terkena dampak karena mereka juga seperti sopir taksi cari nafkah di perusahaan itu," beber Hatta.

Namun para sopir maupun stake holder Uber, GrabCar dan lainnya diminta untuk memenuhi syarat-syarat mengenai angkutan umum.  "Harus hormati undang-undang, ikuti aturan tapi jangan dimatikan," kata mantan Ketum PAN ini.

Hatta mengakui memang masih ada kekurangan dalam regulasi di Indonesia tentang transportasi berbasis aplikasi. Untuk itu ia meminta kepada pemerintah bersama DPR agar segera menggodok aturan yang dapat mengakomodir semua pihak.

"Iya lah, jangan hanya karena undang-undang itu tidak bisa mengadopsi peribahan, jangan karena itu kita jadi stop perubahan. Kita bisa merugi. Kita ambil contoh London dan Paris, ada demo besar ketika Uber masuk. London kan identik dengan yellow taksinya," jelas Hatta.

"Tapi toh akhirnya Uber dimenangkan oleh court (pengadilan), akhirnya resmi. Taksi sebelumnya berjalan, ditata aturannya. Saya kira kita bisa kok. Uber, Gojek juga bisa berjalan," lanjut dia.

Tidak hanya sampai di situ, perusahaan taksi konvensional juga dinilai Hatta perlu untuk menampilkan program layanan baru yang tidak kalah dengan Uber maupun GrabCab. Dengan demikian persaingan menjadi sehat dan digemari oleh para pengguna jasa angkutan umum.

"Taksi-taksi ini harus berpikir, mencari inovasi supaya bisa tetap sukses dan bersaing dengan baik," ujar Hatta.

Sebelumnya dalam rapat di kantor Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan, pemerintah memutuskan agar Uber dan GrabCar harus bisa menjalin kerja sama dengan badan usaha apapun dalam bentuk yayasan, koperasi, atau PT yang memiliki izin perusahaan transportasi.


(elz/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed