Rombongan disambut Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas. Sudah hadir pula Komisioner Komnas HAM Siane Indriani.
"Pak Siyono itu badannya besar? Sama saya tinggi siapa?" tanya Busyro kepada Suratmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca: Soal Kematian Siyono, Kapolri: Saya Minta Propam Periksa dan Koordinasi dengan Kontras
Keduanya tak banyak terlibat perbincangan. Busyro kemudian tampak berbincang dengan Iwan Satriawan, salah satu pakar hukum dari Universitas Muhammadiyah.
Dalam kesempatan itu, Suratmi menyampaikan harapannya untuk mendapat perlindungan dan bantuan hukum dari PP Muhammadiyah Yogyakarta dan Komnas HAM.
"Karena saya merasa dalam hati saya ini, suami saya meninggal dengan tidak wajar," tutur Suratmi dengan suara terbata-bata.
Siyono ditangkap Densus 88 di rumahnya, Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, pada minggu pertama Maret 2016. Menurut penjelasan Mabes Polri, saat dibawa menunjukkan tempat penyimpanan senpi dan granat, dia memukul anggota Densus, sehingga terjadi perkelahian. Siyono terluka dan mengembuskan nafas terakhir di RS Bhayangkara Yogyakarta. (sip/trw)











































