Akui Pengurangan Sampah Belum Sempurna, Ridwan Kamil: Kan Bertahap

Akui Pengurangan Sampah Belum Sempurna, Ridwan Kamil: Kan Bertahap

Avitia Nurmatari - detikNews
Kamis, 24 Mar 2016 20:14 WIB
Akui Pengurangan Sampah Belum Sempurna, Ridwan Kamil: Kan Bertahap
Ridwan Kamil memantau pengerukan sampah di Sungai Citepus Kabupaten Bandung/RidFoto: Avitia Nurmatari
Bandung - Dituding sebagai penyumbang sampah Cikapundung, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan tak tinggal diam mengatasi sampah di Kota Bandung selama 2,5 tahun memimpin. Sejumlah program sudah dilakukan dan sebagian masih rencana.

"Selama 2,5 tahun ini saya sudah berupaya mengurangi sampah. Memang belum sempurna, tapi minimal sudah ada perubahan," kata Emil usai meninjau sampah di Sungai Cikapundung (Cijagra) dan Sungai Citepus, Kabupaten Bandung, Kamis (24/3/2016).

Emil mengungkapkan, sudah banyak program mulai dari tingkat kelurahan hingga setingkat kota yang dilakukan untuk mengelola sampah di Kota Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita punya gerakan pungut sampah, bank sampah, biodigester tingkat RW tingkat kecamatan dan lain sebagainya. Juga dengan memotret orang yang membuang sampah di sungai dan dibikin malu karena dipasang fotonya di spanduk. Memang belum semua, bertahap," jelasnya.

Target Emil ke depan yakni menghadirkan PLTSa skala kota yang diharapkan bisa sepenuhnya mengelola sampah. Baik sampah basah maupun sampah kering.

"Salah satu proyek terbesar yakni PLTSa, dalam target saya tahun ini groundbreaking. Sehingga sampah dikelola menjadi energi," terangnya.

Sambil menunggu proyek besar pengelolaan sampah rampung, lanjut Emil, pihaknya berupaya mengubah pola pikir masyarakat untuk mengelola sampahnya sendiri.

"60 sampai 70 persen sampah itu kan bernilai ekonomis. Pola pikir ini yang kita coba hadirkan ke masyarakat. Kalau pinter-pinter, 60 sampai 70 persen sampah itu bisa jadi uang lagi," ucapnya.

Emil mengaku kesulitan mengedukasi orang tua yang sudah terbiasa dengan perilaku membuang sampah sembarangan. Untuk itu pihaknya akan lebih gencar untuk mengedukasi anak-anak.

"Kalau sudah yrusan pola pikir itu tidak sebentar. Orang tua enggak bisa diedukasi, ya anak-anaknya. Yang penting negara tidak boleh menyerah. Sambil terus kita upaya," tandasnya. (avn/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini