Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/3/2016), PT Freeport Indonesia mengatakan bahwa pembangunan MSC merupakan bagian dari dukungan untuk pengembangan dunia olahraga bersama dengan pemerintah daerah. Lahan MSC ini adalah milik Pemda.
MSC akan dilengkapi dengan stadion tertutup yang berkapasitas 5.500 penonton, termasuk 75 penonton VIP. Stadion tertutup ini diperuntukkan sebagai arena untuk bulu tangkis, basket, dan voli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mimika Sport Complex (Foto: Dokumentasi Freeport Indonesia) |
Ada pula stadion terbuka yaitu Tribun Barat dan Tribun Timur. Akan ada jalur lari jarak pendek dan menengah berstandar tradisional untuk melengkapinya serta beberapa cabang atletik lainnya seperti lempar lembing, tolak peluru dan lompat jauh. Stadion terbuka berkapasitas 3.500 penonton.
Sementara itu, asrama atlet di dalam MSC bisa menampung 100 atlet dan 14 pelatih. Asrama dilengkapi dengan fasilitas rekreasi (fitness/gym) yang terdapat di dalam asrama penunjang.
Beberapa pekerja mencoba rumput yang dipasang di dalam stadion terbuka Mimika Sport Complex (Foto: Dokumentasi Freeport Indonesia) |
Pembangunan sarana olahraga ini dilakukan dengan menggandeng tiga perusahaan kontraktor dan diawasi oleh konsultan dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). MSC dibangun atas permintaan Pemda Mimika ke Freeport dan desainnya pun disesuaikan dengan budaya setempat.
Pembangunan MSC oleh Freeport ini menghabiskan biaya sebesar US$ 33 juta. Rencananya, MSC akan diresmikan dan beroperasi pada pertengahan 2016 dan bisa mendorong lahirnya atlet-atlet dari Papua.
Mimika Sport Complex (Dokumentasi PT Freeport Indonesia) |
(imk/ear)












































Mimika Sport Complex (Foto: Dokumentasi Freeport Indonesia)
Beberapa pekerja mencoba rumput yang dipasang di dalam stadion terbuka Mimika Sport Complex (Foto: Dokumentasi Freeport Indonesia)