Khadafi Dukung RI-Malaysia Selesaikan Ambalat Secara Damai

Khadafi Dukung RI-Malaysia Selesaikan Ambalat Secara Damai

- detikNews
Senin, 14 Mar 2005 19:31 WIB
Jakarta - Presiden Libya Moammar Khadafi mendukung proses penyelesaian secara damai kasus sengketa Ambalat antara Indonesia dengan Malaysia. Khadafi mengimbau persoalan Malaysia dengan Indonesia sebaiknya diselesaikan dengan semangat persaudaraan sesama muslim. Dukungan dan imbauan Khadafi ini disampaikan saat menelepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekitar pukul 17.40 WIB, Senin (14/3/2005). Informasi ini disampaikan Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri Dino Patti Djalal saat dihubungi detikcom. "Pak Khadafi prihatin melihat situasi internasional belakangan ini, di mana terjadi banyaknya konflik sesama negara yang berpenduduk muslim. Karena itu, Pak Khadafi juga prihatin dengan meruncingnya sengketa Indonesia dengan Malaysia," kata dia. Memang, kata Dino, Khadafi tidak menunjuk secara jelas sengketa apa yang dimaksud. "Tapi, kita mengerti bahwa yang dimaksud adalah sengketa wilayah Ambalat," ungkap Dino. Terkait sengketa Indonesia dengan Malaysia ini, kata Dino, Khadafi meminta agar kedua negara menyelesaikannya dengan baik dan menjaga solidaritas sesama negara berpenduduk muslim. "Intinya, Khadafi berpesan sesama negara berpenduduk muslim tidak usah gontok-gontokan, karena sudah banyak konflik antara sesama negara muslim," jelas Dino. Menurut Dino, Khadafi juga mengabarkan bahwa dirinya juga telah menelepon Perdana Menteri (PM) Malaysia Abdullah Ahmad Badawi untuk memberikan imbauan yang sama. Dino melihat pesan dari Khadafi memiliki pengaruh positif atas penyelesaian sengketa Ambalat ini. "Saya kira, pengaruhnya positif, karena dapat memberikan dukungan moral bagi usaha bersama antara Indonesia dan Malaysia untuk menyelesaikan sengketa secara diplomatis," kata Dino. Atas pesan dan imbauan Khadafi, lanjut Dino, Presiden SBY menghargainya. "Presiden menghargai dan telah committed dengan Abdullah Badawi untuk menyelesaikan masalah ini secara damai dan dengan semangat Islamic brotherhood," ungkapnya. (asy/)


Berita Terkait