2 Kali Mangkir, Sutiyoso Siap Bertemu DPR Bahas T. Abang
Senin, 14 Mar 2005 13:26 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso siap memenuhi panggilan Komisi VI DPR RI terkait pembongkaran pasar Tanah Abang setelah dua kali tidak memenuhi panggilan DPR. "Untuk pemanggilan ketiga, kapan saja saya siap dipanggil tidak ada masalah. Sampai saat ini belum ada pemanggilan ketiga dari DPR RI. Kalau memang DPR menghendaki saya yang hadir, mari kita atur kembali waktunya. Untuk saya tidak ada masalah," kata Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso usai pertemuan dengan anggota Partai Demokrat di kantor Gubernur DKI Jakarta, Jakarta, Senin (14/3/2005).Menurut dia, DPR harus menerima jika pada dua panggilan sebelumnya dirinya mendelegasikan wakil gubernur Fauzi Bowo. "Karena wagub satu otak dengan saya," ujarnya.Berkaitan dengan dua pemanggilan yang tidak dihadirinya, Sutiyoso menjelaskan pemanggilan pertama waktunya bertepatan dengan rapat gubernur se-Indonesia di Jakarta yang dibuka Presiden SBY. "Masa saya tidak hadir di sana," kata SutiyosoPemanggilan kedua, lanjutnya, karena bertepatan dengan acara Lake Toba Summit. "Di sana, saya sebagai ketua asosiasi dan saya juga sebagai pembicara. Selain itu, acara juga dibuka Presiden SBY dan mengharuskan saya hadir," ungkap dia.Dalam kesempatan itu, Sutiyoso membantah isu yang mengatakan dirinya memiliki saham di Pasar Tanah Abang. "Itu ngawur yang luar biasa, dapat cerita darimana dan bagi saya isu tersebut sangat tabu," tandas Sutiyoso.Apakah akan menuntut balik pemberitaan tersebut?"Kita sekarang menunggu masukan dari staf, jadi belum ada masukan apakah akan menuntut balik atau tidak," demikian Sutiyoso.Komisi VI DPR RI mengancam akan memanggil paksa Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso karena dua kali tidak memenuhi panggilan dewan terkait pembongkaran pasar Tanah Abang. Sutiyoso telah dipanggil dua kali, yakni 17 Februari dan 9 Maret 2005.
(aan/)











































