Diduga Bawa Data Blok Ambalat, Menteri ESDM Belum Tegur Shell

Diduga Bawa Data Blok Ambalat, Menteri ESDM Belum Tegur Shell

- detikNews
Senin, 14 Mar 2005 13:12 WIB
Jakarta - Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum melayangkan teguran kepada perusahaan minyak Shell East Asia sehubungan dugaan pelarian data hasil eksplorasi blok Ambalat ke luar negeri tanpa sepengetahuan pemerintah. Data itulah yang menjadi bibit persengketaan teritorial antara RI-Malaysia.Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, yang ditemui wartawan di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (14/3/2005), masih dipelajari apakah Shell membawa keluar data-data tersebut atau tidak. "Di dalam UU terbersit pernyataan bahwa data yang diperoleh perusahaan minyak di Indonesia tidak dibawa keluar dari teritororoal Indonesia di luar pengetahuan pemerintah. Kita lihat nanti apakah Shell membawa data-data itu keluar atau tidak," katanya..Purnomo, yang baru saja mengikuti rapat persiapan materi konsultasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan DPR nanti malam, menyatakan perusahaan minyal Shell pernah mengoperasikan blok Bukat yang terletak di perairan Ambalat hingga 1999. Data-data hasil eksplorasi itulah yang diduga dijadikan bahan oleh Shell untuk mengajukan izin eksplorasi blok Ambalat ke pemerintah Malaysia. Izin operasi dari Malaysia kepada Shell itulah yang kemudian menyulut sengketa teritorial antara RI dengan Malaysia.Sedangkan blok Bukat yang ditinggalkan Shell saat ini tengah dieksploitasi oleh perusahaan minyal asal Italia ENI. Tetapi blok itupun masih tumpang tindih dengan blok Ambalat timur yang saat ini tengah dioperasikan oleh Unocal.Karena itu Purnomo berharap agar pertemuan teknis antara pemerintah RI-Malaysia pada 22-23 Maret mendatang untuk membahas kasus Ambalat juga dapat menyelesaikan masalah tumpang tindih wilayah operasi. "Posisi kita saat ini adalah menjaga agar program-program yang telah ditandangani tetap berjalan," demikian Purnomo Yusgiantoro. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads