Pejabat Israel Bilang Serangan AS terhadap Iran Makin Dekat!

Pejabat Israel Bilang Serangan AS terhadap Iran Makin Dekat!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 24 Feb 2026 18:21 WIB
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP PHOTO/KHAMENEI.IR)
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP PHOTO/KHAMENEI.IR)
Jakarta -

Seorang pejabat Israel mengatakan pada hari Selasa (24/2) bahwa serangan Amerika Serikat terhadap Iran "telah semakin dekat." Demikian menurut laporan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth.

Dilansir Al Arabiya, Selasa (24/2/2026), surat kabar tersebut juga mengutip sumber yang berbicara dengan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari terakhir, yang mengatakan bahwa ia cenderung mengeluarkan perintah untuk melakukan serangan militer terhadap Iran.

Dalam perkembangan terkait, sumber-sumber mengatakan kepada media Israel lainnya, Channel 12 bahwa Israel telah menyelesaikan persiapannya untuk kemungkinan dibukanya front tambahan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel sedang melewati hari-hari yang kompleks. Dia menambahkan bahwa pemerintahnya siap untuk skenario apa pun.

Sementara itu, Presiden Trump mengkonfirmasi dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, bahwa jika Amerika Serikat tidak mencapai kesepakatan dengan Iran mengenai ambisi nuklirnya, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi Iran.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran, Kazem Gharibabadi, memperingatkan akan adanya eskalasi lebih luas jika negaranya diserang.

"Kami menyerukan kepada semua negara yang berkomitmen pada perdamaian dan keadilan untuk mengambil langkah-langkah yang bermakna, untuk mencegah eskalasi lebih lanjut," kata Gharibabadi dalam Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, Swiss, seperti dilansir AFP, Selasa (24/2/2026).

"Konsekuensi dari setiap agresi baru tidak akan terbatas pada satu negara -- dan tanggung jawab akan berada pada mereka yang memulai atau mendukung tindakan tersebut," tegasnya.

Negosiator Iran dan AS menggelar pembicaraan tidak langsung, dengan dimediasi Oman, di Jenewa pekan lalu mengenai program nuklir Teheran. Washington mengatakan pada Senin (23/2) waktu setempat bahwa perundingan nuklir dengan Iran akan dilanjutkan kembali pada Kamis (26/2) mendatang, dengan Oman menyebut perundingan akan kembali digelar di Jenewa.

"Republik Islam Iran tetap berkomitmen pada diplomasi dan dialog sebagai jalan paling efektif menuju de-eskalasi dan keamanan berkelanjutan," kata Gharibabadi dalam pernyataannya.

"Keterlibatan diplomatik baru-baru ini di Jenewa, yang akan berlanjut pada Kamis (26/2) ini, menunjukkan bahwa ada peluang baru untuk negosiasi guna mengatasi perbedaan dan membangun kepercayaan -- asalkan negosiasi tersebut menjunjung tinggi rasa saling menghormati, perlakuan yang adil, dan penerapan norma internasional yang tidak selektif," sebutnya.

"Setiap negosiasi yang berkelanjutan dan kredibel harus menghormati hak-hak sah semua negara berdasarkan hukum internasional, dan memberikan manfaat keamanan yang nyata tanpa paksaan, tuntutan sepihak, atau ancaman kekerasan," cetus Gharibabadi.

Lihat juga Video: Penampakan Kapal Induk Terbesar AS Merapat ke Timur Tengah, Bakal Gempur Iran?

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait