Bos Blue Bird Soal GrabCar dan Uber: Mereka Jualan Barang Ilegal

Bos Blue Bird Soal GrabCar dan Uber: Mereka Jualan Barang Ilegal

Muhamad Idris, - detikNews
Selasa, 15 Mar 2016 15:56 WIB
Bos Blue Bird Soal GrabCar dan Uber: Mereka Jualan Barang Ilegal
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Direktur Blue Bird Group, Adrianto Djokosoetono, menyatakan perusahaan-perusahaan taksi tak masalah harus bersaing dengan transportasi berbasis online seperti GrabCar dan Uber. Namun, dirinya meminta pemerintah memberlakukan aturan yang sama.

"Regulasi harus fair dan sama. Bukan soal aplikasinya yang merusak. Ibaratnya yang merusak itu kita jualan barang resmi, mereka jualan barang ilegal. Kami perusahaan resmi buka hanya harus izin, tapi bayar pajak juga, wajar mereka bisa murah," kata Adrianto ditemui di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Selasa (15/3/2016).

Adrianto hanya menuntut pemerintah bertindak adil dalam regulasi yang ada. Hal itu pula yang membuat persaingan tarif jadi tak seimbang karena komponen biaya taksi konvensional berat sebelah karena pajak, iuran BPJS pengemudi, kewajiban pool, uji KIR, dan aturan-aturan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan mereka ada datanya berapa armadanya, siapa saja yang punya. Jadi kami harap diterapkan pada mereka aturan yang sama. Terlepas apakah pakai aplikasi atau tidak sebagai media utamanya. Jadi fair," ungkap Adrianto.

Di luar itu, lanjutnya, penyelenggara transportasi darat resmi tak masalah jika harus bersaing secara terbuka dengan dua operator taksi online tersebut. Pihaknya dan beberapa perusahaan transportasi resmi bahkan sudah jauh-jauh hari telah mengembangkan aplikasi pemesanan online untuk armadanya.

"Bukan soal kecemburuan teknologi. Bahkan dari 2011 kita sendiri juga sudah punya (aplikasi)," tutupnya. (dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads