Penduduk Miskin Naik, Presiden Harus Batalkan Kenaikan BBM

Penduduk Miskin Naik, Presiden Harus Batalkan Kenaikan BBM

- detikNews
Senin, 14 Mar 2005 11:40 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta untuk membatalkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM)dan mencabut semua pernyataan yang memanipulasi publik, terutama pernyataan jika BBM naik, penduduk miskin berkurang menjadi 14 persen. "Bohong kalau BBM naik penduduk miskin berkurang. Kalau ada yang mempunyai perhitungan penduduk miskin berkurang setelah BBM baik, itu hitungan intelektual tukang," kata anggota Panitia Anggaran DPR Masduki Badlawi saat dihubungi detikcom, senin (14/3/2005).Menurut anggota DPR dari FKB ini, gara-gara kenaikan harga BBM, muncul 2 jenis intelektual. Pertama intelektual yang benar-benar menjalankan perannya sebagai intelektual murni. Dan kedua ada intelektual yang menjalankan perannya berdasarkan pesanan, atau sering disebut dengan intelektual tukang. "Intelektual yang membenarkan alasan pemerintah menaikkan harga BBM, itu intelektual tukang karena bertentangan dengan kenyataan yang ada," kata Masduki.Masduki juga mengamini hasil penelitian Badan Pusat Statistik (BPS) yang mempunyai kalkulasi, bahwa kenaikan BBM akan menambah jumlah penduduk miskin hingga 40 juta. "Perhitungan BPS sangat logis, karena banyak masyarakat yang betada persis di atas garis kemiskinan, saat BBM naik, mereka yang persis di atas garis kemiskinan itu akan menjadi miskin," ujarnya.Dengan demikian, lanjut Masduki, tidak benar sama sekali hasil sebuah lembaga penelitian yang menyebutkan bahwa dengan kenaikan harga BBM, terus tak ada masalah karena ada kebijakan penyembuhan seperti yang diiklankan di TV dan koran oleh para intetektual tukang.Oleh karena itu, Masduki Baidlawi meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membatalkan kenaikan BBM. Selain membatalkan kenaikan, pemerintah harus mencabut pernyataan yang memanipulasi publik, karena bertentangan dengan DPR. (jon/)


Berita Terkait