"Dengan maraknya bisnis transportasi berbasis online yang menyentuh transportasi umum seperti taksi, maka konsumen pun mempunyai pilihan lain yang ternyata lebih baik," ujar anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), David Tobing, saat dihubungi detikcom, Senin (14/3/2016).
David mengatakan, dengan adanya bisnis transportasi kendaraan roda empat berbasis online, saat ini masyarakat memiliki pilihan lain, selain kendaraan taksi konvensional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
David mengaku belum pernah mencoba kendaraan roda empat berbasis online tersebut. Namun dirinya tak memungkiri bahwa aplikasi tersebut telah menjadi kebutuhan alternatif, yang dilengkapi teknologi yang mudah diakses dan terbukti dinikmati oleh konsumen.
"Jadi permasalahan besarnya, apakah tepat rencana pelarangan transportasi berbasis online tersebut? apakah tidak sebaiknya diatur regulasinya? Dalam hal ini pemerintah harus lebih bijak menentukan kebijakan terhadap kendaraan roda 4 yang digunakan sebagai kendaraan umum yang berbasis online," kata David.
Dengan adanya alternatif kendaraan berbasis online ini, David menyarankan, evaluasi dan inovasi menjadi salah satu solusi bagi perusahaan taksi konvensional agar tak tergerus perubahan zaman yang semakin dinamis.
"Ini juga menjadi evaluasi bagi perusahaan konvensional kenapa masyarakat banyak berpindah. Apakah karena memang sulit memesan taksi, sopirnya banyak yang tidak bisa dipercaya, atau harganya yang lebih mahal? itu bisa menjadi evaluasi, bukan malah menjadi atau dalam tanda kutip menggerakkan sopirnya untuk berdemo. Lakukan inovasi sehingga mereka tidak perlu khawatir untuk tersaingi," tutup David.
(rni/mad)










































