"Tersangka selama ini merupakan DPO kita selama 6 bulan. Usai merampok dalam angkot pada September tahun lalu, dia kabur dari Palembang," kata Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede Sik, SH, MH kepada detikcom, Jumat (12/3/2016).
Maruly menjelaskan, tersangka Adi ditangkap tadi siang saat menunggu angkot di Jl Kolonel H Burlian Palembang sekitar pukul 12.00 WIB. Ketika akan ditangkap tersangka berusaha kabur dari sergapan Satreskrim yang dipimpin langsung Kompol Maruly.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maruly menjelaskan, kasus perampokan dalam angkot terjadi 6 bulan lalu. Saat itu Adi melakukan aksinya bersama dua rekannya, David dan Okta. Sasaran mereka saat itu seorang wanita Noviana, penumpang angkot.
"Korban ditodong dengan pisau untuk menyerahkan. HP dan uangnya. Saat itu korban hanya punya uang Rp50 ribu. Selanjutnya para bandit ini meninggalkan korbannya," kata Maruly.
Kasus ini dilaporkan ke Polresta Palembag. Dari laporan korban, tak lama pihak kepolisian membekuk dua kawan Adi Santoso. Ketika itu Adi melarikan diri keluar kota.
"Tapi belakangan Adi kembali masuk Palembang atas informasi dua rekannya yang lebih awal kita tangkap. Setelah itu, baru kita intai keberadaannya," kata Maruly.
Tersangka Adi kepada pihak kepolisian mengaku saat merampok baru keluar dari penjara dalam kasus pembunuhan. Adi terlihat pembunuhan dalam kasus perampokan. Korban kedua yang dibunuh saudara sepupunya yang dianggap membocorkan ke polisi bahwa dalam kasus perampokan Adi pelaku pembunuhnya.
"Jadi tersangka ini sudah dua kali melakukan pembunuhan dan keluar masuk penjara. Sekarang tersangka lagi kita periksa lebih lanjut," tutup Maruly. (cha/trw)











































