"Bagi saya secara pribadi ini tidak heran karena waktu saya reserse di Polda itu ada sekelompok spesialis penggali gorong-gorong, pencuri di gedung-gedung, toko, kantor dengan cara menggangsir, ini mirip," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/3/2016).
Kapolda memperlihatkan barang bukti/Amelia-detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian ini dikupas bungkusnya yang diambil di dalamnya, di dalam ini ada tembaga seperti ini," imbuh Tito.
![]() |
Setelah itu para pelaku memotong kabel tembaga tersebut dengan ukuran 1-2 meter. "Mereka masuk malam keluar malam dan bisa bertahan 2-3 hari di sana," tambahnya.
Tito mengatakankabel yang dicuri oleh para pelaku adalah kabel lama yang sudah tidak dipakai oleh perusahaan pemilik jaringan kabel tersebut. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh para pelaku untuk diambil tembaganya karena masih memiliki nilai ekonomis bagi para pelaku.
"Mengapa ini terjadi karena ada jaringan milik PLN maupun telkom yang sudah lama dan perusahaan menganggap ini sudah tidak ekonomis lagi sehingga membentuk jaringan baru. Menimbulkan adanya potensi membuka kesempatan terjadinga adanya 'barang-barang berharga' yang punya nilai ekonomis yang diambil kelompok kelompok tertentu," terang Tito.
Kapolda mengungkap Polsek Gambir pernah mengungkap kasus pencurian kabel pada tahun 2012 silam. "Mereka bekerja setiap hari berbulan-bulan sehingga tidak heran sebabkan banjir," pungkasnya.
Kapolda memperlihatkan barang bukti/Amelia-detikcom |











































Kapolda memperlihatkan barang bukti/Amelia-detikcom
Kapolda memperlihatkan barang bukti/Amelia-detikcom