Berdasarkan rilis yang diterima, Minggu (6/3/2016) meski hubungan diplomatik antara Indonesia dan Mauritania belum lama sejak 27 September lalu, namun keduanya memiliki jalinan kerja sama yang kuat. Terutama di bidang ekspor-impor di sektor industri.
Indonesia kerap mengekspor komoditi minyak sawit, sabun, produk plastik, permesinan, tekstil dan peralatan listrik. Sementara itu Indonesia mengimpor besi dan baja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia siap bekerja sama untuk bantuan teknik peningkatan kapasitas dan meningkatkan hubungan kedua masyarakat," kata Retno.
Indonesia juga telah mendirikan perusahaan swasta yang bergerak di sektor tambang di Mauritania sejak tahun ini. Perusahaan itu bahkan sudah mempekerjakan 100 orang.
"Indonesia harap hubungan bilateral kedua negara dapat terus ditingkatkan," pungkasnya. (aws/dhn)










































