Menteri Bikin Gaduh Tanda Tak Hargai Presiden

Menteri Bikin Gaduh Tanda Tak Hargai Presiden

Herianto Batubara - detikNews
Kamis, 03 Mar 2016 08:43 WIB
Menteri Bikin Gaduh Tanda Tak Hargai Presiden
Foto: Rusman/setpres
Jakarta - Silang pendapat, debat terbuka terjadi sesama menteri anggota kabinet. Kritik pun datang. Para menteri itu dinilai tidak menghargai presiden sebagai kepala kabinet.

"Para menteri itu tidak menghargai presiden sebagai bos mereka. Silang pendapat di ruang publik itu sebenarnya adalah penghinaan terhadap presiden," jelas Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar, Kamis (3/3/2016).

Menurut Dahnil, dikhawatirkan, kegaduhan seperti itu menyebabkan kepercayaan investor menurun karena tidak ada kepastian dalam kebijakan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Investor butuh kepastian. Jadi sebenarnya kegaduhan bukan berasal dari luar pemerintah seperti yang dituduhkan oleh pemerintah sendiri, tetapi justru kegaduhan datang berasal dari dalam," urai dia.

Presiden dinilai harus mengambil sikap pada menteri yang malah asyik bergaduh di media sosial. Bukannya bekerja untuk Indonesia.

"Jokowi harus segera melakukan reshuffle, dengan syarat mereka-mereka yang akan membantu Jokowi adalah para menteri-menteri yang betul-betul ingin bekerja membantu Jokowi. Bukan justru lebih patuh kepada partai asal mereka atau tuan lainnya, tuan mereka harus lah Presiden," urai Dahnil.

"Jokowi tidak perlu terkekang oleh partai terkait dengan rencana resshufle. Publik pasti mendukung bila presiden melakukan pilih-pilihan yang benar," tutup dia. (dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads