Jokowi Nyatakan Pertempuran Terhadap Narkoba

Jokowi Nyatakan Pertempuran Terhadap Narkoba

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 24 Feb 2016 17:17 WIB
Jokowi Nyatakan Pertempuran Terhadap Narkoba
Ilustrasi/Presiden Jokowi bersama Wapres Jusuf Kalla di Bandara Halim Perdanakusuma (Foto: Muhammad Iqbal)
Jakarta - Presiden Joko Widodo ingin Indonesia bebas dari peredaran narkoba. Jokowi pun menyatakan perang terhadap narkoba.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pertempuran terhadap narkoba ini harus dilakukan total. Untuk itu, Jokowi memerintahkan kepada seluruh kementerian dan lembaga agar saling berkoordinasi.

"Presiden telah memerintahkan BNN, Polri, TNI, BIN serta kementerian lembaga untuk memulai pertempuran atau peperangan terhadap narkoba. Pertempuran ini harus besar dan tegas untuk memberikan efek jera bagi pelaku yang menyebabkan dampak yang cukup luas bagi generasi kita di masa datang," kata Pramono Anung usai rapat terbatas yang soal pemberantasan narkoba yang dipimpin Presiden Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono mengatakan, jumlah bandar, pengedar dan pengguna narkoba dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Karena itu, Presiden Jokowi memerintahkan untuk melakukan penutupan pintu masuk narkoba di Indonesia.

"Dari tahun ke tahun peningkatan pengguna, bandar, pelaku dalam jumlah besar yang memasukkan barang haramnya ke Indonesia meningkat 13 persen. Presiden juga telah memerintahkan untuk menutup mata rantai pintu masuk, termasuk pintu-pintu tikus," imbuh Pramono.

"Pemerintah dalam persoalan narkoba ini akan sungguh-sungguh dan Presiden meminta kepada seluruh jajaran, kemudian bekerjasama termasuk infomasi yang berasal dari negara sahabat, kapal-kapal asing yang melakukan penyelundupan lewat laut, bahkan adanya satuan khusus untuk masalah ini. Perang terhadap narkoba ini tidak sehari dua hari. Kita bersungguh-sungguh. Presiden memantau terus persoalan ini," ujarnya. (rjo/fdn)


Berita Terkait